SUPREMASI

Dianggap Bisa Hilangkan Bukti, Lepprop Tolak Pemeliharaan Embung Makian

DETEKSINEWS – Lembaga Pemantau Proyek Publik (Lepprop) Maluku Utara menolak proyek pemeliharaan berkala embung Pulau Makian tahun 2018, yang dilakukan Satker Operasi dan Pemeliharaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Malut. Alasannya proyek ini berpotensi menghilangkan bukti kerusakan embung, yang hingga kini masih berproses di Kejaksaan Tinggi Malut.
 
Ketua Bidang Advokasi Lepprop Malut, Andi Hajuan mengatakan, kasus embung Makian sampai sekarang masih dalam tahap penyelidikan di Kejati Malut. Oleh karenanya, siapapun dilarang merusak ataupun menghilangkan bukti kasus tersebut. Apalagi Kejati Malut sendiri belum memutuskan apakah menghentikan penyelidikan atau meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan.
“Dengan hadirnya proyek ini, maka seluruh kerusakan yang dianggap sebagai perbuatan pidana dan diproses di Kejati akan hilang. Akibatnya kejaksaan akan kehilangan bukti fisik dalam menindaklanjuti kasus ini,” kata Andi.
 
Selain itu Andi menilai, sikap BWS ini bisa diartikan sebagai bentuk pembangkangan terhadap proses hukum serta menganggap remeh kinerja Kejati. Sebab menurutnya, dengan munculnya kasus embung Makian, pihak BWS harusnya mendorong Kejati agar terus mengusut dan memproses hukum pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam kasus ini.
“Yang terjadi justru sebaliknya, BWS terkesan akan menutupi celah pidananya dengan melakukan perbaikan embung. Ini menurut kami adalah pembangkangan terhadap proses hukum,” tegasnya.
 
Andi mengingatkan, jika proyek ini tetap dipaksakan, maka akan berpotensi terjadi tindak pidana baru yakni menghilangkan barang bukti, dengan hukuman lebih berat lagi.
Berdasarkan informasi yang diterima Deteksi News, proyek pemeliharaan berkala embung Pulau Makian sudah selesai dilakukan penandatangan kontrak pada tanggal 17 Januari 2018 lalu. Pemenang proyek ini yakni CV Buddhi Bhakti dengan nilai kontrak mencapai Rp 781.023.000.
 
Sayangnya, Satker Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air BWS Malut, Erlangga Perwira, belum dapat dikonfirmasi. Beberapa kali Deteksi News mendatangi kantor yang terletak di Kelurahan Jati, namun yang bersangkutan gagal ditemui. Begitu pula ketika dihubungi via telepon, Erlangga tidak menerima panggilan telepon maupun menjawab SMS. (eko)
Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close