EKONOMI

Nuryadin Ingatkan Pedagang Jangan Beri Ruang Suap ke Petugas

TERNATE – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Nuryadin Rahman, SH, mengingatkan kepada seluruh pedagang, baik yang beraktivitas di pasar Dufa-Dufa, Hygienis, percontohan, Gamalama, maupun pasar Bastiong, agar tidak memberikan ruang sedikitpun kepada petugas untuk melakukan praktek suap menyuap. Sebab munculnya dugaan suap kepada petugas pasar, juga tidak lepas dari peran pedagang sendiri yang bersaing mendapatkan tempat berjualan.
Hal itu disampaikan Nuryadin sekaligus meluruskan dugaan suap yang melibatkan petugas pasar, terkait pembagian ruangan di lokasi yang sementara dibangun, yakni belakang toko Makmur Utama.
Menurutnya, issu dugaan suap itu selalu muncul disaat petugas pasar melakukan relokasi pedagang maupun adanya pembagian ruangan kepada pedagang. Dan sejak dia masuk menjadi pimpinan Dinas Pasar, perang melawan suap selalu dilakukan, sebagai bentuk mendisiplinkan pegawai.
“Saya sudah memberikan sanksi kepada 25 pegawai yang diketahui melakukan tidak melanggar aturan, termasuk ada beberapa karena terlibat praktek suap. Apa yang saya lakukan tujuannya untuk mendisiplinkan seluruh pegawai,” kata Nuryadin.
Mantan Kabag Umum Pemkot Ternate ini lantas mengatakan, dugaan suap kepada petugas terjadi karena ada ruang yang diberikan oleh pedagang sendiri. Contohnya kata Nuryadin, tidak sedikit pedagang yang menjual lapaknya ke orang lain tanpa melaporkannya ke dinas. Padahal dalam kontrak sewa lapak sudah jelas dinyatakan, pedagang dilarang menjual ataupun memindahtangankan lapaknya kepada orang lain.
“Praktek seperti banyak kami temukan di lapangan. Sehingga jarang heran, satu pedagang bisa menguasai empat sampai lima lapak, karena adanya praktek jual beli. Kemudian ini diartikan seolah-seolah terjadi suap kepada petugas,” ucap Nuryadin.
Sayangnya kata Nuryadin, saat ini pihaknya masih melakukan transisi relokasi pedagang serta pembangunan lapak. Makanya pembenahan pun masih dilakukan bertahap. Namun jika seluruh lapak sudah selesai dibangun dan sudah ditempati pedagang, maka aturan kontrak akan diterapkan. Tidak boleh lagi ada praktek jual beli lapak.
“Saat ini saja, kalau kami temukan ada pedagang yang menjual lapak, kami langsung segel ruangannya,” tegasnya.
Untuk itu ia berharap ada kesadaran yang terbangun dari pedagang. Pihaknya kata Nuryadin, selama ini sudah berupaya maksimal mendisiplikan petugas. Namun jika ruang-ruang terjadinya praktek jual beli lapak masih dibangun oleh pedagang, maka tidak hanya petugas yang diberi sanksi tapi juga pedagangnya.
“Kalau pedagang tidak mau lagi memperpanjang masa kontrak kepemilikan lapak, jangan menjualnya atau memberikannya kepada orang lain. Serahkan kepada dinas, nanti kami yang akan mencari pedagang yang mau menempati ruangan itu. Dan ke depan, setelah semua pembangunan selesai, kami akan cek masing-masing lapak, apakah nama penghuni sekarang sama dengan nama dalam kontrak atau tidak. Jika tidak sama, maka ruangan akan kami tarik kembali,” tegas pria yang dikenal akrab dengan wartawan ini. (eko)
Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close