ADVERTORIAL

Muhtar Tjaya Pimpin DPD Perkindo Malut

Iklan
DETEKSI NEWS – Direktur CV. Griya Asri Consultant, Ir. Muhtar Tjaya, terpilih sebagai ketua DPD Perhimpunan Konsultan Indonesia (Perkindo) Maluku Utara periode 2018-2023, dalam musyawarah daerah (Musda) III, yang digelar di Emerald Hotel, Rabu (14/3). Ia menggantikan Edy Sugiyarso, yang sudah memimpin Perkindo Malut selama dua periode.
Musda ketiga yang mengusung tema optimalisasi peran Perkindo dalam pelayanan jasa konsultan yang berkulitas dan profesional itu, turut dihadiri Ketua Umum DPP Perkindo, Ir. Catur S. Wibowo.
Saat berbincang dengan Deteksi News, Catur S. Wibowo, menaruh harapan besar dari pelaksanaan musda kali ini. Sebab menurutnya, selain memilih pemimpin, musda juga melakukan evaluasi terhadap program kerja dan kegiatan lima tahun sebelumnya, penyusunan isu strategis, terutama menyangkut tugas-tugas anggota dalam menjalankan usahanya, serta penyusunan program dan kegiatan.

“Kenapa isi strategis penting, karena Perkindo itu merupakan organisasi konsultan. Tugas utama konsultan adalah menjual ide dan gagasan. Perkindo harus mulai memikirkan langkah-langkah untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi konsultan, terutama pasar. Sebab sampai saat ini, konsultan masih terkonsentrasi pada jasa konstruksi. Organisasi profesi ini harus mampu mentransformasikan kegiatannya ke non konstruksi,” kata Catur.

Catur menambahkan, Maluku Utara punya potensi besar dalam berbagai bidang, terutama bidang pariwisata, pertambangan, kelautan dan kehutanan. Dengan diadakannya Sail Morotai beberapa tahun lalu, serta pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Strategsi Pariwisata Nasional, harusnya menjadi pasar strategis yang bisa digarap Perkindo.
Sementara itu, Ketua DPD Perkindo Malut, Ir. Muhtar Tjaya, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi salah satu program DPP yakni menyangkut dengan laporan invoice yang selalu menjadi momok konsultan. Sebab laporan pertanggungjawaban bukan lagi dalam bentuk invoice, tapi progres.
“Selama ini penyedia jasa selalu dikejar dengan laporan setiap kali pencairan akhir. Dan Alhamdulillan DPP sudah melakukan gerakan atau pendekatan, dan LKPP sudah mengeluarkan aturan bahwa kontrak lump sum laporannya tidak lagi invoice,” kata Muchtar.

Terkait transformasi kegiatan, Muchtar mengaku hal itu sudah menjadi keharusan seperti membuat pokja daerah. Ke depan katanya, Perkindo Malut akan konsentrasi di sektor pertambangan dan perkebunan, terutama menyangkut Amdal. Sebab Maluku Utara baru memiliki dua konsultan baik itu secara kelembagaan maupun tenaga ahli. Dan dua-duanya merupakan anggota Perkindo Malut,” jelasnya.

“Kita akui juga bahwa konsultan lokal masih kurang tenaga ahli dan pengalaman, Untuk mengejar ini, perlu dilakukan penguatan kelembagaan dan kerja sama. Selain itu kami juga akan melakukan pelatihan-pelatihan peningkatan kapabilitas anggota. Ada banyak langkah yang akan dilakukan ke depan,” paparnya menambahkan. (eko)
Iklan
Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close