ETALASE

Kontraktor Asal Makassar Kuasai Proyek Rusus Malut

DETEKSI NEWS – Kinerja Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Maluku Utara, Sahdin Husen, layak dipertanyakan. Sebab dalam tiga tahun terakhir, proyek perumahan yang ditangani Satker bentukan Kementerian PUPR ini, lebih banyak ditangani kontraktor dari luar daerah. Dan parahnya terjadi tahun 2018, dari 4 paket rumah khusus (Rusus) yang diberikan kementerian, tiga diantaranya dikuasai kontraktor asal Makassar, sementara satu lagi ditangani orang Jakarta.

BACA : Astaga, Proyek Asrama Haji 2017 tak Kunjung Selesai

Proyek-proyek tersebut yakni pembangunan Rusus Morotai, senilai Rp 10,02 miliar (tepatnya Rp 10.028.359.000), yang dikerjakan PT Gemilang Utama Alen, Rusus Galale, Halmahera Utara senilai Rp 7,1 miliar (tepatnya Rp 7.108.500.000), yang dikerjakan PT Multazam Berkah Utama, dan Rusus Oba, Kota Tidore Kepulauan, yang dikerjakan PT Citra Putera La Terang. Ketiga perusahaan ini diketahui beralamat di Makassar, Sulawesi Selatan.

Satu proyek lainnya yakni pembangunan Rusus di Wasiley, Halmahera Timur, senilai Rp 7,08 miliar (tepatnya Rp 7.083.200.000). Proyek ini dikerjakan PT. Intishar Berkah Globalindo, yang diketahui beralamat di Jakarta.

BACA : Masih Berproses di Kejati, BWS akan Perbaiki Embung Makian

“Apa kelebihaan dari empat kontraktor ini? tidak ada. Semuanya hanya di atas kertas. Tapi ingat, selama ini mereka belum pernah mengerjakan proyek di Maluku Utara, baik melalui APBD maupun APBN. Sehingga penguasaan lokasi masih jadi pertanyaan besar. Bagaimana mereka bisa menyusun RAB dengan sangat bagus, bisa memperhitungkan jarak tempuh dan pengadaan material, kalau mereka sendiri belum pernah sampai di lokasi. Sangat lucu, aneh, dan wajar jika publik menilai ada dugaan permainan,” kata salah satu sumber Deteksi News.

Soal keberadaan kontraktor luar daerah, Sahdin sebelumnya mendapat peringatan keras dari anggota DPR RI, Sigit Susiantomo, saat berkunjung ke Maluku Utara beberapa waktu lalu. Anggota komisi V itu mengaku kaget ketika mengetahui proyek rumah susun Gamalama dikerjakan kontraktor dari Jawa.

BACA : Pilih Bermasalah di Ake Toduku, Konsultan Malah Diberi 2 Paket Lagi

Sigit mempertanyakan tidak adanya kontraktor lokal yang bisa mendapatkan proyek perumahan. Sebab menurutnya, proyek ini dilelang secara nasional, sehingga kontraktor lokal pun bisa mengabil peran, agar berdampak langsung kepada perekonomian daerah.

Sayangnya, Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Maluku Utara, Sahdin Husen, belum dapat ditemui. Berulang kali Deteksi News mendatangi kantor yang beralamat di eks kantor Gubernur Malut itu, namun yang bersangkutan enggan dikonfirmasi. (eko)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close