ETALASE

ASTAGA, Proyek Lapas Perempuan Terbengkalai

Iklan

TERNATE, DETEKSINEWS.com – Proyek pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) perempuan di Kelurahan Kastela, milik Lapas Wanita Kelas III Ternate, kondisinya sangat memprihatinkan. Penyebabnya, proyek yang bersumber dari APBN perubahan Kementerian Hukum dan HAM tahun 2017 senilai Rp 7,9 miliar (tepatnya Rp 7.950.200.000) itu, pembangunannya tidak selesai dikerjakan dan ditinggalkan begitu saja.

BACA : Kontraktor Asal Makassar Kuasai Proyek Rusus Malut

Hal ini seperti yang terlihat di lokasi pekerjaan. Proyek yang dibangun itu hanya berupa tembok besar tanpa atap dan dua rumah di sampingnya yang juga tidak selesai. Bahkan jika dilihat dari jarak 20 meter, bangunan ini seperti rumah hantu di tengah hutan. Padahal proyek ini ditargetkan selesai akhir 2017, dan akan dimanfaatkan di tahun 2018.

Berdasarkan temuan Deteksi News, proyek ini sudah bermasalah sejak awal. Dimana proyek dengan anggaran Rp 7,9 miliar yang dikerjakan PT Defesna Utama, ternyata hanya memiliki durasi kontrak 60 hari. Proyek ini ditenderkan tanggal 16 Oktober 2017, dilanjutkan pengumuman pemenang lelang sekitar tanggal 25 Oktober, dan penandatanganan kontrak tanggal 1 November 2017.

BACA : Proyek Asrama Haji 2017 tak Kunjung Selesai

Padahal proyek ini idealnya dikerjakan dengan waktu pelaksanaan antara 150 sampai 180 hari. Sebab selain bangunannya yang cukup besar, lokasi proyek juga berada di daerah kemiringan, yang memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Lokasi proyek jaraknya sekitar 300 meter dari jalan raya Kastela ke arah gunung, atau tepatnya di dekat kuburan.

Sayangnya, Kepala Lapas Wanita Kelas III Ternate, Nona Ahmad, belum berhasil dikonfirmasi. Deteksi News sempat mendatangi kantor Lapas Wanita di Lapas Jambula, namun yang bersangkutan tidak berhasil ditemui, karena tidak berada di tempat.

BACA : ASTAGA, Proyek Rp 7,9 Miliar Dikerjakan di Akhir Tahun

Namun demikian, Direktur CV Dela Concieta, Daryanto, selaku konsultan pengawas, ketika dikonfirmasi mengatakan, proyek ini sudah diputus kontrak sejak Januari 2018. Salah satu alasan putus kontrak kata Daryanto, karena ketidaksiapan kontraktor. (eko)

Iklan
Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close