HALMAHERA

Lima Proyek Puskesmas Halbar Dikuasai Kontraktor Luar Daerah

JAILOLO, DETEKSINEWS.com – Lembaga Pemerhati Pembangunan (LPP) Halmahera Barat menyoroti lima proyek pembangunan puskesmas yang ditangani Dinas Kesehatan Halbar tahun 2018 ini. Penyebabnya, proyek yang memakan anggaran hampir mencapai Rp 30 miliar itu, ditangani kontraktor dari luar daerah, seperti Makassar dan Manado.

Menurut wakil ketua LPP-HALBAR, Sugianto Samiun, kontraktor dari luar daerah tersebut yakni PT Central Bina Konstruksi yang beralamat di jalan Pondok Sudiang Asri Blok B, Makassar, yang mengerjakan pembangunan Puskesmas Ibu senilai Rp 5,8 miliar (Rp 5.843.450.000), dan PT Makmur Konstruksi Pratama yang bealamat di jalan Sulawesi no 378, Kota Makassar, yang mengerjakan pembangunan Puskesmas Duono senilai Rp 5,8 miliar (Rp 5.842.695.000).

Kontraktor lainnya yakni PT Prima Berkarya Bersama yang beralamat di Jalan Damai Blok I, Makassar. Perusahaan ini mengerjakan dua proyek puskesmas, yakni Puskesmas Golago Kusuma senilai Rp 5,8 miliar (Rp 5.852.400.000) dan Puskesmas Bobaneigo senilai Rp 5.843.900.000. Sedangkan satu kontraktor lagi yakni PT Trisula Jaya Bersama, yang beralamat di jalan Sudirman, Manado. Perusahaan ini mengerjakan proyek pembangunan Puskesmas Sidangoli, dengan nilai anggaran sebesar Rp 5,7 miliar (Rp 5.787.600.000).

“Bagaimana rakyat Halmahera Barat bisa maju dan sejahtera, kalau proyek-proyek seperti ini harus diserahkan ke kontraktor dari luar daerah. Ingat, bupati dan wakil bupati dipilih oleh masyarakat Halbar, bukan dipilih oleh warga Makassar maupun Manado,” kata Sugianto.

Sugianto tak ingin menunduh ada permainan di proyek-proyek itu. Dia hanya mengingatkan, jika proyek-proyek tersebut dikerjakan oleh orang-orang lokal, manfaatnya akan terasa, terutama dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Disinilah keberpihakan pemda dipertanyakan. Apakah masih peduli dan memikirkan nasib rakyat yang memilihnya, atau malah lebih memperhatikan masyarakat di luar daerah,” tegasnya.

Sayangnya pihak Dinkes Halbar belum dapat dikonfirmasi. Beberapa kali Deteksi News mendatangi Kepala Dinkes Halbar, namun gagal ditemui karena tidak berada di tempat. (ota)

Show More

One Comment

  1. Pek itu kan dilelang terbuka, jd TDK perlu iri. Semuanya dpt kesempatan to kontraktor lokal gk bis meraih seharusnya introspeksi,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close