POLITIK

Dualisme Administrasi Kependudukan di Enam Desa Jadi Masalah

JAKARTA – Dualisme administrasi kependudukan enam desa yang mengemuka dalam sengketa hasil Pemilihan Gubernur Maluku Utara 2018 tidak perlu terjadi bila pemerintah kabupaten berpegang teguh pada regulasi. Sebab enam desa tersebut tetap masuk dalam administrasi wilayah Kecamatan Kao Teluk, Halmahera Utara, sesuai dengan UU nomor 1 tahun 2003, yang menjadi dasar pemekaran Halmahera Utara dan Halmahera Barat.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Prof. Zudan Arief Fakrulloh menjelaskan, Kemendagri telah menerbitkan sejumlah permendagri tentang kode wilayah yang memasukkan enam desa tersebut dalam Kecamatan Kao Teluk, Halmahera Utara. Dengan demikian, Pemkab Halmahera Barat tidak berhak mencantumkan enam desa tersebut ke dalam wilayahnya.

“Kemendagri tidak pernah memberikan kode wilayah enam desa untuk Kecamatan Jailolo Timur, Halmahera Barat,” katanya dalam sidang sengketa hasil Pilgub Malut 2018 di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Dengan kode wilayah itu, otomatis database kependudukan warga enam desa terdata di Halmahera Utara. Penduduk yang memiliki hak pilih lantas masuk dalam data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang menjadi basis pemutakhiran daftar pemilih sementara (DPS) dan daftar pemilih tetap (DPT) Halmahera Utara. Data-data DP4, DPS, dan DPT meliputi identitas kependudukan seperti nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga, nama, umur, hingga alamat.

Sementara itu, Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengatakan, penjelasan Kemendagri tersebut penting sebagai dasar bagi MK memutus perkara sengketa hasil Pilgub Malut 2018. Selain itu, MK menghendaki agar masalah dualisme enam desa tidak lagi terjadi pada Pemilihan Umum Legislatif 2019 khususnya ketika masyarakat memilih anggota DPRD kabupaten.

“Kan lucu kalau orang KTP-nya tertulis di Halmahera Barat, tapi pada pemilu memilih anggota DPRD Halmahera Utara,” ujarnya. (ota)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close