ETALASE

Sidang Sengketa Pilgub Malut, KPU tak Bekutik

Iklan

JAKARTA, DETEKSINEWS.com – KPU Maluku Utara seperti tidak berkutik menghadapi pembuktian perkara perselisihan hasil pemilihan (PHP) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) tahun 2018, di Mahkamah Konstitusi (MK) Rabu (5/8/2018). KPU tidak bisa berbuat banyak ketika majelis hakim MK yang dipimpin Anwar Usman membuka kotak dan menemukan berbagai kejanggalan dalam data C7 KWK dan ATb KWK.

Dalam sidang MK tersebut, majelis hanya meminta beberapa sampel TPS dibuka untuk membuktikan dalil yang disampaikan pemohon, dalam hal ini pasangan KH Abdul Gani Kasuba – Ir. Al Yasin Ali. Sampel yang diambil adalah TPS 02 Desa Keramat, TPS 01 Desa Miranti Jaya, TPS 01 Desa Lohok Buba, dan TPS 01 Desa Kawalo di Taliabu Barat. Sedangkan untuk Kecamatan Sanana yang diambil sampel untuk diverifikasi pembuktiannya adalah TPS 03 Desa Fogi, TPS 02 Desa Fagudu, dan TPS 03 Desa Fagudu.

Di Desa Miranti Jaya, hakim memeriksa pemilih atas nama Ridwan yang tercantum dalam ATb KWK. Begitu dicek Nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya, Ridwan ternyata masih di bawah umur. Begitu pula dengan Hairudin yang juga belum cukup umur. Sedangkan pemilih atas nama Nanda Ulfia di Kawalo tidak ditemukan namanya dalam data kependudukan. Selanjutnya di TPS 01 Keramat, pemilih bernama Wajuli yang tercantum dalam A.Tb juga terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) TPS 02.

Selanjutnya majelis membuka sampling Kecamatan Sanana di TPS 02 Desa Fagudu. Dimana dalam ATb terdapat 35 pemilih, namun pada form C1 hanya 34 pemilih. Begitu pula pada TPS 03 Fagudu terdapat selisih jumlah pemilih satu orang.

Karena begitu banyak TPS yang disengketakan, majelis hakim memutuskan tidak membuka semua kotak, namun akan dibuka dan dipelajari sendiri oleh majelis. Meski begitu, majelis hakim meminta pemohon agar menyampaikan keberatannya, dan akan diverifikasi keseluruhan sesuai dengan dalil – dalil pemohon.

“Kita sudah tau modus semuanya, nanti kita akan cek keseluruhan yang dicek ini hanya modus, ini kan kita sampel agar saudara bisa melihat model pembuktian dengan menggunakan metode itu agar saudara juga yakin,” kata Arief Hidayat, majelis hakim MK. (ota)

Iklan
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close