INFO PUPR MALUT

Di Hari Bhakti PU ke 73, Gubernur Resmikan Sejumlah Proyek dan Pengoperasian MTU

Iklan

SOFIFI, DETEKSINEWS.com – Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba meresmikan sejumlah proyek di Dinas PUPR Malut yang dikerjakan di tahun 2018 dengan menggunakan dana APBD. Proyek-proyek tersebut diantaranya jembatan Ake Nuku di ruas jalan Payahe – Dehepodo, jembatan Ake Kici I di ruas jalan keliling Pulau Tidore, dan jembatan Ake Fulai di ruas Saketa – Dehepodo.

Sekretaris PUPR Malut menggunting pita peresmian MTU

Selain itu, gubernur juga meresmikan pengoperasian mobile training unit (MTU) di lingkungan Dinas PUPR Malut serta menyerahkan bantuan satu unit mobil sampah dari Gubernur ke Pemkot Tikep. Menariknya, saat menggunting pita, gubernur justru menyerahkan gunting kepada Sekretaris PUPR, Wa Zaharia.

Launching GIS

Dinas PUPR Malut melakukan satu terobosan penting dalam kaitan dengan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, yakni dengan melaunching aplikasi Geographic Information System (GIS) atau sistem informasi geografis. Aplikasi ini sangat penting agar publik bisa melihat sebaran program yang dilaksanakan pemerintah.

Penyerahan bantuan mobil sampah

Saat melaunching GIS, Staf Khusus Gubernur Malut bidang Teknologi Informasi Komunikasi (TIK), Arifandi Mario Mamonto, S.Kom, M.Kom, mengatakan, GIS merupakan sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit.

GIS juga adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Arifando Mario Mamonto sedang menjelaskan kegunaan GIS

Teknologi Sistem Informasi Geografis juga dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

“Dengan GIS ini, kita bisa melihat sebaran program pemerintah dalam satu peta. Misalnya kita buka peta Kabupaten Morotai, maka akan terbuka seluruh jalur irigasi, bendungan yang sudah dibangun di wilayah itu. Namun saat ini, GIS yang ada baru sebatas GIS sumber daya air (SDA). Dan gubernur sangat mengharapkan, seluruh bidang di Dinas PU dan seluruh SKPD sudah memiliki aplikasi GIS,” ucapnya. (eko)

Iklan
Show More

Azwar EKO

Penulis Nomor Register Kompetensi Dewan Pers: 3015-PWI/WU/DP/VI/2012/18/10/79 (Wartawan Utama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close