SUPREMASI

HPMS Kembali Ungkit Kasus Listrik Kayoa

Iklan

TERNATE, DETEKSINEWS,com – Sejumlah massa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Cabang Ternate, menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Malut, Selasa (11/12). Mereka menuntut penuntasan kasus dugaan korupsi pengadaan jaringan tegangan menengah (JTM) di Kecamatan Kayoa, Halmahera Selatan, yang dikerjakan PT Latara Eelektrikal Kostruksi, milik Rusmin Latara.

Dalam pernyataan sikapnya, HPMS menilai, kasus ini sudah ditangani Polda Malut sejak tanggal 27 Mei 2015. Bahkan telah dilakukan gelar perkara. Namun sayangnya, hasil gelar perkara tersebut hanya melahirkan tiga rekomendasi, diantaranya kasus tersebut akan ditindaklanjuti, serta pihak Polda akan berkoordinasi dengan BPKP.

“Gelar perkara seharusnya untuk menentukan atau memperjelas alur penanganan kasus serta menetapkan tersangka. Dan jika bukti-bukti tidak mendukung, gelar perkara bisa memutuskan untuk dilakukan pengehntian penyidikan, bukan justru melahirkan rekomendasi. Untuk itu, sikap Polda Malut patut dicurigai, karena terkesan melindungi pelaku kasus dugaan korupsi jaringan listrik Kayoa,” kata salah satu orator.

Orator lainnya juga mempertanyakan bukti yang ingin diminta oleh Polda Malut. Sebab menurutnya, proyek tahun 2007 ini jelas-jelas fiktif, dan diperkuat hasil audit yang menemukan kerugian negara sebesar Rp 700 juta.

HPMS Cabang Ternate juga mendesak Polda Malut agar profesional dan kooperatif dalam melakukan penanganan kasus korupsi. Sebab selama ini, lembaga penegak hukum tersebut dinilai belum menunjukkan kinerja yang membanggakan dan diinginkan publik Maluku Utara.

“Kasus ini harus segera dituntaskan. Polda harus membuktikan komitmennya untuk memberantas semua tindak pidana korupsi termasuk kasus listrik Kayoa,” tegas orator lain. (eko)

Iklan
Show More

Azwar EKO

Penulis Nomor Register Kompetensi Dewan Pers: 3015-PWI/WU/DP/VI/2012/18/10/79 (Wartawan Utama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close