HALMAHERA

Pemkab Morotai Sediakan Angkutan Gratis Selama Natal dan Tahun Baru

MOROTAI, DETEKINEWS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai melalui Dinas Perhubungan menyediakan angkutan gratis selama natal dan tahun baru 2019. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 37 armada transportasi darat disiapkan untuk program yang selalu dilaksanakan di setiap momen perayaan hari besar keagamaan itu. Rencananya, angkutan gratis ini digelar sejak 20 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.

Armada darat yang dijadikan angkutan gratis

Kabag Humas dan Protokoler Setkab Pulau Morotai, H. Abdul Karim dalam rilisnya mengatakan, untuk memudahkan masyarakat menikmati angkutan gratis, pemda telah membuka pos-pos dan halte untuk melayani dua rute. Pos I yang berlokasi di Tugu Bintang, Desa Darame, Morotai Selatan, melayani rute Morotai Selatan, hingga Kecamatan Morotai Selatan Barat.

Sementara Pos II di Desa Daruba, melayani kecamatan-kecamatan di wilayah timur hingga utara dan Morotai Jaya. Selain posko angkutan darat, Pemda juga menyiapkan pos transportasi laut dari dan ke Pulau Rao, Morotai Selatan Barat. Pos ini terletak di Wayabula, Morotai Selatan Barat.

Mobil dinas juga ikut dijadikan angkutan gratis

“Kehadiran program pemerintah daerah ini tak lain untuk meringankan beban masyarakat. Karena tingginya mobilitas masyarakat dari satu kecamatan ke kecamatan lain, terutama menjelang perayaan momen keagaman seperti ini. Dan program yang sama juga sudah dijalankan menjelang Idul Fitri lalu,” kata H. Abdul Karim.

Ia mengatakan, program yang berjalan hanya sepuluh hari ini tentu memerlukan dukungan berbagai pihak, terutama pelaku usaha transportasi. Sebab dengan dukungannya, maka secara tidak langsung juga telah ikut membantu masyarakat terutama yang ekonomi lemah.

Masyarakat menikmati layanan angkutan gratis

“Melihat animo masyarakat pengguna jasa angkutan gratis, memungkinkan program inovatif ini terus dilanjutkan di tahun yang akan datang,” ujar Kabag Humas.

Meskipun demikian H. Abdul Karim memaklumi munculnya respon beragam terhadap kebijakan ini. Di satu sisi masyarakat sebagai pengguna jasa merasa pada program yang sudah dijalankan sejak 2016 ini. Namun di sisi lain, pelaku usaha transportasi mungkin sedikit kecewa dengan langkah pemerintah.

Armada laut yang dijadikan angkutan gratis

“Olehnya itu perlu kami sampaikan bahwa, transportasi publik menjadi persoalan di setiap daerah, tidak terkecuali di Kabupaten Pulau Morotai.¬†Swasta maupun pelaku usaha mandiri mengambil bagian paling besar dalam ceruk pasar (niche market) mobilitas darat di Morotai. Penguasaan pangsa pasar bukan oleh badan usaha publik sehingga bersifat rivalry dan eksklusif. Hal ini yang sering menimbulkan kegagalan pasar. Dimana masyarakat di desa-desa dengan pendapatan minimal, sulit menjangkau tarif transportasi. Sementara menjelang natal dan tahun baru seperti ini, masyarakat sangat membutuhkan sarana agar dapat berbelanja kebutuhan mereka di Ibu Kota Kabupaten,” tuntasnya. (ibn)

 

 

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close