ETALASE

Parah, Konsultan Luar Daerah Kuasai Proyek BWS Malut

Iklan

DETEKSINEWS.com – Kepemimpinan Abdul Muis sebagai Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, belum menunjukkan kinerja positif terutama soal lelang proyek. Salah satu indikasinya adalah, dalam dua tahun ini, proyek-proyek di BWS selalu dikuasai oleh perusahaan-perusahaan dari luar daerah. Jika tahun lalu, proyek fisik yang didominasi kontraktor luar daerah, kini giliran proyek konsultan yang akan ditangani perusahaan dari luar Maluku Utara.

Sesuai data yang diperoleh Deteksi News dari beberapa sumber menyebutkan, Kelompok Kerja (Pokja) atau panitia lelang BWS, yang merupakan gabungan dari SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) dan SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), telah melelang sekitar 22 paket proyek perencanaan maupun pengawasan.

Dari 22 paket tersebut, 16 diantaranya dikuasai konsultan asal luar daerah, yang selama ini belum pernah menangani proyek di BWS Malut. Proyek-proyek tersebut diantaranya adalah, Penyusunan Amdal Pembangunan Bendungan Wairoro senilai Rp 1,5 miliar yang dimenangkan PT Aditya Engineering Consultant (Bandung), Supervisi Pembangunan Jaringan Irigasi Akelamo senilai Pagu Rp 1.9 miliar yang dimenangkan PT. Nadiputra Pratama (Bandung), dan UKL/UPL Pembangunan Embung Konservasi Pulau Morotai senilai Rp 500 juta yang dimenangkan PT. Rahmandhika Konsultan (Bandung). (Selengkapnya lihat grafik di bawah).

“Kalau dilihat dari nilainya, kontraktor dari Bandung mendapat proyek dengan nilai pagu lebih besar dibanding konsultan lokal,” kata sumber Deteksi News yang meminta agar namanya tidak ditulis.

Sumber tersebut menambahkan, sangat wajar jika ada pihak yang mempersoalkan proyek-proyek yang dimenangkan konsultan asal luar daerah. Sebab jika dilihat dari penguasaan lokasi proyek, konsultan-konsultan ini tidak punya pengalaman apa-apa, karena belum pernah menangani proyek di Maluku Utara.

“Panitia lelang terkesan tidak selektif dalam menilai kontraktor. Dan wajar saja jika ada yang bilang ini proyek arahan,” jelasnya.

Sayangnya, ketika masalah ini dikonfirmasikan ke Pokja BWS Malut, tidak diperoleh satu tanggapan apapun, karena pihak pokja masih enggan ditemui dengan alasan sibuk. (eko)

Iklan
Show More

Azwar EKO

Penulis Nomor Register Kompetensi Dewan Pers: 3015-PWI/WU/DP/VI/2012/18/10/79 (Wartawan Utama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close