ETALASE

Astaga, Proyek RSUD Chasan Boesoirie Belum Selesai

TERNATE, DETEKSINEWS.com – Gubernur Maluku Utara, KH. Abd. Gani Kasuba, nampaknya sudah harus turun tangan menyelesaikan proyek pembangunan gedung rawat inap kelas I, II dan III senilai Rp 26,3 miliar (Tepatnya Rp 26.307.250.543,42) milik RSUD Chasan Boesoirie Ternate. Pasalnya, hingga memasuki bulan ketiga tahun 2019 ini, proyek yang bersumber dari DAK 2018 itu belum juga selesai. Padahal waktu pelaksanaannya sudah lama berakhir dan sudah dilakukan addendum.

Berdasarkan pantauan Deteksi News di lokasi pekerjaan, masih terlihat sejumlah pekerja menyelesaikan proyek tersebut, utamanya amplas dinding, pengecatan, dan pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP).

Seperti diberitakan sebelumnya, sesuai informasi yang diperoleh, kontrak proyek tersebut ditandatangani sejak 8 Juni 2018, dengan waktu pelaksanaan selama 200 hari. Jika dihitung, maka kontrak berakhir 28 Desember 2018. Namun karena pekerjaan belum selesai, waktu pelaksanaan diperpanjang selama 50 hari dengan menggunakan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 243 tahun 2015 tentang pelaksanaan anggaran dalam rangka penyelesaian pekerjaan yang tidak terselesaikan sampai dengan akhir tahun anggaran.

Sayangnya, hingga batas akhir masa addendum pada 16 Februari 2019 lalu, proyek yang dikerjakan oleh PT Sarjis Agung Indrajaya itu ternyata tidak selesai, dan tetap diteruskan sampai sekarang. Dan informasi yang didapat dari beberapa sumber disebutkan, ada penambahan waktu lagi selama 15 hari untuk menyelesaikan pekerjaan.

Sayangnya lagi, Direktur RSUD Chasan Boesoirie Ternate, dr. Syamsul Bahri, ketika dikonfirmasi, enggan memberikan jawaban. Ia malah meminta agar Deteksi News konfirmasi ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Padahal sebelumnya, yang bersangkutan begitu yakin bisa menyelesaikan proyek tepat waktu.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemantau Proyek Publik (LEPPROP) Malut, Tahir N. Ma’ruf meminta Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, agar bisa menjelaskan proyek ini ke publik, mengingat proyek tersebut diawasi TP4D. (eko)

Iklan
Show More

Azwar EKO

Penulis Nomor Register Kompetensi Dewan Pers: 3015-PWI/WU/DP/VI/2012/18/10/79 (Wartawan Utama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close