SUPREMASI

SEPRA : Pelaku Pembunuhan Warga Waci Layak Dihukum Mati

MABA, DETEKSINEWS.com – LSM Sentral perjuangan rakyat (SEPRA) Halmahera Timur (Haltim), memberikan dukungan penuh kepada aparat Polres Haltim untuk menangkan seluruh pelaku pembuhan tiga warga Waci, Kecamatan Maba Selatan, pada bulan Maret 2019 lalu. Bahkan SEPRA meminta agar pelaku pembunuhan ini bisa dijerat dengan pasal hukuman mati.

Ketua LSM SEPRA, Rusmin Hasan menegaskan, berdasarkan kajian hukum objektif, kasus pembunuhan ini bisa dijerat dengan banyak pasal, salah satunya adalah pasal 340 KUHP, yakni pidana pembunuhan terencana. Pasal ini dengan tegas menyebutkan, barang siapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, maka hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 tahun penjara.

“Berpijak dari KUHP tersebut, maka sesuai analisa saya, enam pelaku ini bisa dijerat dengan hukuman mati. Apalagi kasus pembunuhan seperti ini sudah yang kesekian kalinya terjadi. Sehingga pihak kepolisian tidak bisa menganggap ini masalah seperti, tapi perlu ketegasan dalam penegakan hukum,” tegasnya.

LSM SEPRA Haltim juga mengimbau warga Maba Selatan, agar ikut memberikan dorongan kepada aparat kepolisian agar memberikan hukuman mati kepada para pelaku pembunuhan ini. Sebab dikhawatirkan, kasus-kasus seperti ini akan terulang lagi dan justru makin mengancam generasi muda di Haltim.

“Sehingga perlu ada efek jera dengan memberikan hukuman mati kepada pelaku pembunuhan,” tandasnya.

Sebelumnya, pihak Polres Haltim telah menangkap enam orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap tiga warga Desa Waci, yakni Karim Abdurahman, Yusuf Halim dan Habibu Salatun. Total ada lima korban, namun dua lainnya dintakan selamat, yakni Halim Difa, mengalami luka panah di kedua kaki dan Harun Muharam korban selamat melarikan diri.

Kapolres Haltim AKBP Driyano Andri Ibrahim mengatakan, selain mengamankan enam pelaku, pihaknya melalui Tim Wato-Wato Polres Haltim, masih mengejar delapan pelaku lainnya yang sudah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). (din)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close