SUPREMASI

Satlantas Polres Morotai Ingatkan Warga Tetap Jaga Keselamatan

MOROTAI, DETEKSINEWS.com – Operasi Patuh Kieraha yang digelar Polres Pulau Morotai tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019 resmi berakhir. Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat ikut terjaring dalam operasi ini. Kendati demikian, pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Morotai tetap memberikan himbauan kepada pengguna kendaraan bermotor agar lebih mengutamakan keselamatan, dengan mematuhi aturan yang ada.

AKP. Daniel Maribunga

Kasat lantas Polres Pulau Morotai , AKP. N. Daniel Maribunga.S.Pd, ketika dikonfirmasi, Kamis (12/9) menjelaskan, meski pelaksanaan Operasi Patuh digelar secara serentak di seluruh Indonesia sejak 29 Agustus, namun untuk Polres Morotai pelaksanaannya baru efektif dilaksanakan tanggal 1 Agustus. Sebab selama empat hari sebelum operasi dilakukan, terlebih dulu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Tujuannya agar masyarakat dapat mempersiapkan diri untuk melengkapi kendaraan, baik surat-surat maupun fisik. Selain itu, kami juga meminta dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat, agar menghimbau kepada anak-anak di bawah umur, untuk tidak membawa kendaraan, kaerna sangat fatal dan rawan kecelakaan. Setiap pengendra juga harus menggunakan helm SNI, menggunakan kaca spion, rem harus berfungsi dan yang terpenting lagi tidak boleh menelpon saat membawa kendaraan,” kata AKP. Daniel Maribunga.

Menurutnya, Operasi Patuh Kieraha di Pulau Morotai dilakukan dengan dua pendekatan, yakni preventif dan represif. Dengan pendekatan preventif, aparat lebih banyak melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang pentingnya menjaga keselamatan saat berkendara. Sosialisasi juga dilakukan di sekolah-sekolah guna menyasar siswa-siswa yang suka membawa kendaraan.

“Namun kalau terjadi pelanggaran, tetap dilakukan upaya represif, yakni penegakan hukum. Kedua pendekatan ini kami lakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat agar selalu mematuhi aturan berlalu lintas,” ucapnya.

Untuk itu dirinya berharap, meski operasi patuh sudah selesai, namun masyarakat harus tetap mengutamakan keselamatan dengan mematuhi aturan yang ada. Sebab dengan dipatuhinya aturan lalu lintas, maka harapan berkuranganya angka kecelakaan bisa terwujud.

“Jadilah pelopor keselamatan dan budayakan keselamatan sebagai kenutuhan. Stop pelanggaran. Stop kecelakaan. Keselamatan untuk kemanusiaan. Menuju Indonesia tertib. Bersatu keselamatan nomor satu,” tuntasnya. (von)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close