ETALASE

Diduga Ditebang, Hutan Mangrove di Desa Wayo Rusak Parah

TALIABU, DETEKSINEWS.com – Hutan Mangrove di pesisir pantai Tamping, Desa Wayo, kecamatan Taliabu Barat (Talbar), Pulau Taliabu (Pultab), kondisinya kini sangat memprihatinkan. Hutan mangrove yang tumbuh sejak puluhan tahun ini sudah ditebang oleh oknum tertentu. Kuat dugaan, pelakunya adalah kerabat dekat kades Wayo, yang menebang pohon mangrove dengan menggunakan sensor mini.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan warga setempat, hutan mangrove yang sudah dirusak jaraknya mencapai dua kilometer. Rencananya, lokasi mangrove ini akan dijual per kapling kepada siapa saja yang ingin membelinya. Bahkan informasi yang berkembang, di lahan ini sudah dilakukan pengukuran kapling dengan luas 15×25 meter, dan sudah diterbitkan sertifikat.

“Pelaku pengrusakan hutan mangrove ini berinsial SH, yang merupakan adik kandung Kades Wayo,” kata salah satu warga setempat.

Terkait masalah ini, Kepala Badan Lingkugan hidup (BLH) Pulau Taliabu (Pultab), Ridwan Buamona, ketika dikonfirmasi Senin (2/12) mengaku akan meninjau objek pengrusakan Mangrove untuk memastikan kebenarannya.

“Tunggu nanti saya suru anak-anak turun cek dulu, lihat kondisi dulu. Jika benar ditemukan di lapangan ada pengrusakan, maka katorang akan menindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab hutan bakau sekarang ini kan dilindugi oleh Undang-Undang. Tidak boleh ditebang dengan alasan apapun,” tegasnya. (ajp)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close