SUPREMASI

BNN Tikep dan BNNP Malut Ciduk Buron Lapas Sorong

TERNATE, DETEKSINEWS.com – Buronan narapidana kasus Narkotika Kurdiawan Ahmad yang merupakan Napi pelarian Lapas Sorong berhasil diciduk petugas BNNK Tidore Kepulauan bersama petugas BNNP Malut. Kurdiawan Ahmad alias Kurdi (23 tahun) tertangkap tangan disamping pangkalan ojek Kelurahan Kasturian, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara. pada hari Sabtu tanggal 07 Desember 2019 dengan barang bukti 6 (enam) bungkus plastik bening kecil ganja kering seberat 9,52 gram yang ditaruh di dalam pembungkus rokok.

Humas BNNP Malut, Zulziah Wati K  ini, pkspafa media  minggu (15-12-2019), mengatakan, Tiga hari usai penangkapan, BNN Provinsi Malut berkoordinasi dengan Kanwil kementerian Hukum dan Ham Provinsi Malut, yakni Kalapas Kelas II A Ternate, Muji Widodo, S.H., M.H. setelah mendapatakan informasi intelijen bahwa tersangka Kurdi merupakan pelarian tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B sorong Papua Barat.

“Berdasarkan surat Kepala Lapas Kelas II B sorong, Nunus Ananto, Perihal Permohonan Pemindahan Narapidana An. Kurdiawan Ahmad tanggal 13 Desember 2019 yang ditujukan kepada Dirjen Pemasyarakatan Cq. Direktur Pembinaan Latkerpo di Jakarta dan tembusannya ke Kakanwil Kemenkumham Papua Barat, Kakanwil Kemenkumham Maluku Utara, Kalapas Kelas II A Ternate dan BNNP Maluku Utara. Berdasarkan surat tersebut, yang bersangkutan diamankan /ditempatkan sementara di Lapas Kelas II A Ternate Maluku Utara sampai terbit SK. pemindahan dari Dirjen Pemasyarakatan”.jelasnya

Lanjutnya di hari yang sama Jumat (13/12), Kepala Lapas Kelas II A Ternate, Muji Widodo bersama petugasnya mendatangi BNNP Malut untuk menjemput Kurdiawan Ahmad yang diserahkan langsung penyidik BNNP Malut, Mudjakir Syahdjuan. Penyerahan dilakukan berdasarkan Berita Acara Serah Terima Tersangka bertempat di ruang Bidang Pemberantasan BNNP Malut”.lanjutnya

“Selain menjalani masa tahanan sampai kembali dipindahkan, Kurdi juga akan menjalani rehabilitasi rawat jalan di Lapas Ternate karena saat ditangkap, yang bersangkutan di tes urine oleh petugas Klinik Pratama BNNP Malut, dan hasilnya positif zat THC atau ganja”.ucapnya

Tambahanya, Kurdi yang merupakan pekerja swasta warga Kelurahan Gamtufkange Tidore Kepulauan merupakan Napi yang melarikan diri bersama 258 Napi lainnya pada peristiwa 19 Agustus 2019 saat kerusuhan dan kebakaran di Lapas Kelas IIB Sorong.

“Saat melarikan diri, Kurdi telah menjalani masa penahanan di Lapas Sorong selama 2 (dua) tahun 3 (tiga) bulan. Kurdi ditahan bersama 3 (tiga) rekannya, berdasarkan putusan pengadilan Sorong ditandatangani Panitera PN Sorong, A.K. Rumodar tanggal 21 Maret 2018 atas pemufakatan jahat melakukan tanpa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, menyediakan Narkotika Golongan satu jenis Ganja yang beratnya melebihi 1 (satu) kilogram dan menjatuhkan hukuman penjara 6 (enam) tahun subsider Rp. 800.000.000 (delapan ratus juta rupiah) atau pidana kurungan 6 (enam) bulan”.tutupnya (red)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close