LIPUTAN HALUT

Bayar Upah Tidak Sesuai UMK, PT. Birinda Perkasa Jaya Dilaporkan Ke Disnakertrans Halut

TOBELO, Liputanmalut.com – Pemberian gaji tidak layak dibawah standar dari upah minimum Kabupaten/ Kota (UMK) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) kepada karyawan atau buruh di duga dilakukan oleh PT. Birinda Perkasa Jaya.

Hal tersebut kuat dugaan sudah dilakukan sejak lama terhadap karyawan dipekerjaan di perusahaan tersebut sehingga pada akhirnya di adukan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Halmahera Utara.

“Saya sudah adukan masalah ini ke pihak Dinas Nakertrans Halut,” ujar Yunus, kepada sejumlah wartawan, Kamis (06/02/2020).

Ia mengatakan bekerja di PT.  Birinda Perkasa Jaya hampir 18 tahun lebih namun  digaji jauh dibawah UMK. “Kadang sekitar 500 ribu kadang 600 ribu per bulannya dengan sistem panjar,  padahal kami kerja terkadang sampai lembur, yang pasti kami tidak tahu gaji perbulan berapa,”cetusnya.

Terpisah Kadis Nakertrans Halmahera Utara, Jefry Hoata mengatakan kasus tersebut sementara ditangani oleh tim Dinakertrans Halut.

“Kami sudah memanggil pihak perusahan untuk mediasi namun orang kepercayaan dari Direktur PT Birinda Perkasa Jaya minta waktu untuk menyampaikan ke bosnya terlebih dahulu sehingga kami agendakan mediasi kedua dengan menghadirkan bagian keuangan perusahan” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari pelapor bahwa pengajian yang diberikan perusahan tidak sesuai standar karena tidak dibayar per bulan tetapi dengan sistem panjar.  “Jadi, perusahan ini tidak bayar perbulan,  tapi ketika ada paket pekerjaan proyek baru dibayar, tapi sistemnya panjar jadi mereka tidak tahu gaji sebenarnya berapa, “katanya

Seharusnya tambah dia, ketika perusahan telah mempekerjakan karyawan bekerja setiap hari,  harus membayar gaji sesuai dengan peraturan perundang-undangan. “Kalau ikut Undang-undang 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Kepmen 100 tahun 2004 sudah harus menjadi pegawai tetap,”ujarnya

Direktur PT. Berinda Perkasa Jaya,  Kristian Wuisan saat di konfirmasi mengatakan tidak pernah memberhentikan karyawan namun yang bersankutan tidak mau masuk kerja.  “Saya tidak pernah kasih berenti malah dia yang tidak mau masuk kerja,” katanya.

Dia mengungkapkan bahwa karyawan tersebut masih berhutang sebanyak Rp 50 juta lebih yang belum dilunasi, “Sampai mati pun, gajinya tidak bisa tutup dia pe hutang,” ucapnya. (Willy)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close