LIPUTAN UTAMA

DPRD Haltim Bakal Bentuk Tim Pansus Telusuri Dana BOS Afirmasi

HALTIM, Liputanmalut.com-  Sistem penganggaran Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) Afirmasi 2019 oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) diduga kuat tidak sesuai juknis dari pemerintah pusat. Hal itu disampaikan Sekertaris Komisi II DPRD Haltim Hasanudin Lazim kepada wartawan. Senin, (10/2/2020).

Menurutnya sesuai juknis dari pemerintah pusat anggaran BOS Afiirmasi itu diperuntukan untuk pembangunan rumah baca disertai kelengkapannya dan sistem pengelolaanya diserahkan secara otonom kepada pihak sekolah penerima anggaran BOS Afirmasi.

“Namun hasil temuan kami di sejumlah sekolah penerima anggaran BOS Afirmasi pada kegiatan reses disebutkan bahwa pihak sejumlah fasilitas rumah baca itu dibelanja langsung oleh instansi terkait dalam hal ini dinas pendidikan, jadi mereka terimanya suda bentuk bantuan, ”pungkasnya

Kata Politisi PKS itu, jika dilihat dari juknisnya sistem pengelolaan anggaran BOS Afirmasi itu dikelola langsung oleh sekolah karena danannya dari pemerintah pusat ke rekening sekolah”Namun faktanya juknis pengeloaan BOS Afirmasi tidak diberikan instnasi terkait, jadi pihak sekolah sendiri tidak sistem pengelolaanya”ungkap Hasanuddin.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Haltim itu juga menyebutkan, anehnya belanja pengadaan fasilitas kelengkapan rumah baca yang seharusnya dibelanja pihak sekolah. ”Namun sesuai keterangan pihak sekolah semua barang disediakan oleh Dinas Pendidikan, dan meminta pihak sekolah untuk membayarnya,”ujarnya.

Bahkan Hasanuddin menyebutkan, barang yang disediakan oleh intansi terkait tidak sesuai menu yang tertera dalam juknis, misalnya diminta untuk belanja tablet merek iphone, pihak dinas pendidikan menyediakan tablet  untuk cross.  “Untuk  memastikan informasi dari pihak sekolah penerima BOS Afirmasi itu, kami Komisi II DPRD Haltim akan mengusulkan kepada unsur pimpinan untuk dibentuk tim pansus untuk selidikan dugaan masalah tersebur,”katanya.

Ia menegaskan,apabilah tim pasus nantinya menemukan adanya kejanggalan dalam pengelolaan anggaran BOS Afirmasi 2019,maka akan kami rekomendasikan kepada pihak penegak hukum. “Jadi tim pansus yang dibentuk ini bukan hanya sebatas selidiki anggaran BOS afirmasi 2019, namun kami akan juga telusuri anggaran BOS Afirmasi tahun-tahun sebelumnya”tandas Hasanuddin.

Sementara dintanyai besaran anggaran BOS afirmasi yang diterima setiap sekolah. Hasanuddin tidak menyebutkannya dengan alasan lupa. “Kalau mengenai angka-angka besaran BOS afirmasi untuk 2019, nanti kita lihat datanya agar lebih jelas, karena datanya saya simpan di leptop,”pungkasnya (Dany)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close