LIPUTAN TERNATE

Tuntut Rekomendasi Penutupan Galian C Dicabut, Ratusan Sopir Dum Truk Kepung DPRD Kota Ternate

TERNATE, Liputanmalut.com- Persatuan Asosiasi Sopir Dum truk memadati ruas jalan Kalumata depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kota Ternate, kedatangan masa aksi dengan puluhan mobil Dum truk itu memprotes kebijakan Wakil Rakyat Kota Ternate melalui Komis III mengeluarkan rekomendasi untuk menutup aktivitas galian C lantaran penambangan tersebut tidak miliki izin usaha pertambangan (IUP).

Koordinator Lapangan, Aswad Ibrahim mengatakan aksi yang dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mereka terkait keputusan sepihak yang yang diambil DPRD Kota Ternate mengeluarkan rekomendasi penutupan galian C. Padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan antara DPRD dan Pemkot Ternate terkait proyek penambangan tersebut.

“Yang sangat disesalkan adalah keputusan sepihak yang diambil DPRD akibatnya berdampak terhadap pekerjaan mereka, kalaupun alasan ijin, kenapa sebelum proyek berjalan mereka DPRD tidak melakukan penelusuran terkait masalah itu sementara saat ini proyek sudah berjalan baru dipersoalkan dan menghentikan pekerjaan,”kesalnya.

Ratusan Dum truk yang sedang melakukan pekerjaan proyek pengangkutan material pertambangan  terpaksa terhenti sementara waktu lantaran aktivitas galian C terhenti akibat terkendala IUP, dan terpaksa menunggu hingga dikeluarkan ijin.

“Wilayah kota Ternate untuk dikeluarkan izin pasti tidak bisa karena diketahui untuk izin IUP adalah di atas 500 hektar, sementara Kota Ternate sendiri tidak memiliki lahan seluas itu untuk dilakukan pertambangan,”tambah Aswad

Akibat pengehentian operasi pekerjaan sopir menuntut kerugian mereka lantran pembiayaan kebutuhan ekonomi keluarga sangat terganggu. “Kalau diberhentikan siapa yang akan memberikan nafkah kepada keluarga kami sementara kami hanya bergantung dengan pekerjaan ini, Karena pengangkutan material dalam sehari sebanyak 10 kali, dan dibayar sebesar Rp 90 ribuh per muatan sekali jalan. Jadi, kami meminta untuk dilanjutkan aktivitas yang sementara dihentikan sambil mencari solusi lantaran kebutuhan dan ketergantungan hidup mereka hanya pada pekerjaan itu,”pinta Aswad

Menanggapi tuntutan massa, Ketua Komisi III, DPRD Kota Ternate, Anas Umalik mengatakan, bahwa informasi yang di terima para sopir angkutan material itu tidak benar dan mengaku tak ada rekomendasi yang dikeluarkan DPRD untuk menghentikan proyek reklamasi bisa di catat, itu tidak benar, DPRD tidak ada kewenangan teknis untuk memberhentikan kegiatan itu,” kata Anas.

Menurutnya sebelumnya Komisi III pernah melakukan rapat dengan pemerintah Kota Ternate tentang persoalan kegiatan galian C
Dan Galian C memiliki aturan, Sehingga sebagai warga Negara yang baik harus tunduk dengan aturan. “Siapa pun dia tidak bisa membangun kalau menyalahi aturan Sebab itu, DPRD hanya bertugas mendesak pemerintah atas apapun bentuk pembangunan yang dilakukan di ternate harus sesuai aturan yang ada,” tegasnya. (Maun).

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close