Uncategorized

Bupati Frans Nilai Gubernur Malut Lemah Selesaikan Sengketa Tapal Batas 6 Desa Antara Halut Dan Halbar

TOBELO, Liputanmalut.com – Gubernur Provinsi Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba, dinilai lemah oleh Bupati Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Frans Manery, dalam penyelesaian masalah tapal batas enam desa antara Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat.

Bupati Frans, ditengah-tengah massa aksi di Desa Kuntum Mekar, Kecamatan Kao Teluk, Jumat (22/02/2020) mengatakan, selama ini pemerintah Provinsi Malut, terutama Gubernur Sangat lemah dan bahkan selama ini persoalan tapal batas 6 desa selalu di mainkan untuk kepentingan politik.

“Saya mau bilang selama ini Pemerintah Provinsi Malut, sangat lemah dan bahkan lemah sekali menyelesaikan masalah tapal batas Halut-Halbar, terutama Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba,”

Frans juga mengatakan, untuk persoalan masalah tapal batas enam desa semua sudah diatur melalui berbagai undang-undang maupun peraturan pemerintah dan peraturan Menteri dalam negeri (Permendagri) yang sudah berlapis-lapis mulai dari tahun 1999 tentang penataan wilayah desa, yang dimana mengatur bahwa kecamatan Malifut dan empat desa ini masuk di wilayah Halut. Kemudian diperkuat lagi dengan Undangan-undang nomor 1 tahun 2003 tentang pemekaran wilayah Provinsi Malut.

“Jadi untuk enam desa itu sah masuk di wilayah Halut. Tapi kenapa ini terus coba dimainkan sehingga masyarakat terbawa-bawa,” kata Bupati Frans.

Bupati Frans dengan tegas meminta kepada seluruh masyarakat enam desa agar bergandengan tangan, sehingga tidak ada yang coba-coba mengadu domba. “Kita adalah pewaris pulau Halmahera. Jika ada yang coba-coba memainkan dan mengadu domba kita, mari kita lawan mereka,” tegasnya. (Willy)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close