Uncategorized

Bappeda Kepsul Gelar Musrembang Tingkat Kecamatan 2021

SANANA, FNc—Untuk pembangunan berkelanjutan, Badan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Musrembang juga membahas program Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) tahun 2021.

Musrembang dipusatkan di Kecamatan Mangoli Timur, tepatnya di kantor camat Desa Waitina, Sabtu (29/02/2020). Dan dihadiri Ketua DPRD Kepsul, Sinaryo Thes, Ketua Komisi I DPRD M. Natsir Sangadji, Kapolsek Mangoli Timur, Camat Mangoli Timur, beserta para Kepala Desa dan staf se-Kecamatan Mangoli Timur.

Mewakli Bapeda Kepsul dan juga sebagai Ketua Pantia Musrenbang RKPD tahun 2021, Asep Gunawan, dalam sambutannya menyampaikan, Musrenbang kecamatan ini adalah sebagi bentuk perwujudan prinsip-prinsip prencanaan partisipasi masyarakat dalam proses penyesunan dan koordinasi tingkat awal dan prencanaan program kebijakan dan kegiatan.

“Akhir dari perencanaan pembangunan RAPBD tahun 2021 benar benar aspiratif, partisipatif, dan akomodatif. Sebagai mana yang diharapkan oleh masyarakat Kabupaten Sula, khusunya masyarakat kecamatan Mangoli Timur,” ujarnya.

Musrenbang kali ini, kata dia, adalah merupakan hasil kerja keras sehingga pada tahun 2021 mendatang jauh lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya, yang artinya pembangunan itu sendiri bermakna suatu perubahan.

“Apa yang kita lakukan pada hari ini dalam proses pembangunan harus baik dari tahun kemarin yaitu proses perencaan yang baik tepat dan terarah,” ungkapnya.

Selain itu, ia menjelaskan kepada masyarakat bahwa Bapeda sebagai institusi yang membidangi prencanaan daerah dan harus memahami tantangan permasalahan yang dihadapi dari tahun ke tahun, mulai dari Prinsip perencanaan dan yang berdsarkan dokumen.

“Tantangn ini harus dapat diatasi secara profesional, melalui konsep perencanaan progresif. Seperti perencanaan berdasarkan bukti penyusunan suatu perencanaan, melalui prinsip ini. Perencanaan harus berdasarkan dokumen dan data,” jelasnya.

Selain itu, Musrenbang yang dilaksanakan merupakan forum prencaanan yang sangat penting dan strategis untuk dapat dimanfaatkan secara maksimal, tentunya kesetaraan masyarakat, lebih utama yang mereka terima.

“Jadi titik tolak dari berbagai permasalahan dan tantangan pembangunan di Kepulauan Sula pada saat ini adalah memperhatikan seluruh dokumen kebijakan baik Provinsi dan Daerah sesuai nawacita. Tolak ukur tantangan pembangunan adalah memperhatikan dokumen perencanaan RPJPD Kepsul tahun 2005 dan 2025, RPJMD 2016 dan 2021 arah kebijakan pembangunan Provinsi tahun 2021, arah kebijakan pembangunan bersama tahun 2021 dengan kebijakan nawacitanya,” jelas Asep.

Kemudian terkait Musrenbang pada tahun ini, tema yang diangkat adalaha mewujudkan dan melanjutkan pembangunan  pemerintahan Derah menuju penciptaan daya saiang.

“Makna Musrembang RKPD Kepsul adalah melanjukan pemabngunan sumberdaya manusia, infrasruktur wilayah ekonom dan peningkatan kelolah pemerintahan menuju penciptaan daya saing,” tandasnya.(bud)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close