SUPREMASI

Tahanan di Lapas Tobelo Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

TOBELO, Koridor Malut – Penghuni Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Tobelo, Halmahera Utara, dihebohkan ditemukannya jenazah di kamar mandi. Setelah diidentifikasi, jenazah tersebut adalah seorang pria berinisial MF (25) alias Fatah, warga Desa Wailoar Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan. Jenazah tewas karena gantung diri di dalam kamar mandi, pukul 00:10 Wit, Minggu (08/03).

Juru bicara Polres Halut, Iptu. Mansur Basing, SH, ketika dikonfirmasi Senin (09/03) mengatakan, penemuan mayat berawal sekitar pukul 22.50 Wit, salah satu tahanan bernama Andri Tasim (19) hendak mencuci tangan, namun pintu kamar mandi terkunci. Andri lantas berteriak meminta agar pintu kamar mandi dibuka, tetapi tidak ada suara balasan.

Andri pun kemudian memberitahukan kejadian ini ke rekan-rekannya. Setelah dicek seluruh penghuni lapas, ternyata korban tidak berada di tempat. Saksi dan rekannya langsung menuju kamar mandiri dan berusaha menggedor pintu dan mengintip bagian bawah maupun bagian atas. Sayangnya, kondisi di dalam kamar mandi sedang gelap karena tidak dinyalakan.

Petugas piket malam, Abubakar Begau, bersama petugas Lapas, saat mendengar Informasi kamar mandi terkunci, langsung menuju tahanan Blok A dan mengecek situasi kamar mandi tersebut. Petugas bersama tahanan lainnya segera mendobrak pintu kamar mandiri dan menemukan korban sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung.

Dari hasil oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas Kepolisian nenemukan barang bukti berupa satu unit Hp Nokia kecil milik korban serta kain sarung, dan telah diamankan untuk penyelidikan. Sedangkan jenazah korban saat ini telah berada kamar mayat RSUD Tobelo.

“Sesuai informasi yang diperoleh dari Kepala Lapas Tobelo, MF sebenarnya tidak lama lagi akan keluar dari tahanan dengan status bebas bersyarat, yakni pada tanggal 19 April 2020 mendatang,” kata Iptu. Mansur Basing.

Sementara itu, sesuai keterangan para saksi, saat menggunakan HP, korban sering bersembunyi karena takut diketahui petugas Lapas. Menurut rekan korban, Aldi Maikelesi (22), sebelum peristiwa gantung diri, korban sempat menerima telepon dari pacarnya yang berinisial SG alias Vina. Aldi mengaku melihat korban sempat menangis saat berbicara di telepon. (sam)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close