MONITOR UTAMA

Hendak Memanah Ikan, Pria Morotai Malah Tewas Dipanah Rekannya Sendiri

MOROTAI, Monitor Malut- Salah satu pria tertembak anak panah yang dilepaskan oleh temannya sendiri dan anak panah itu mengenai bagian mata kiri tembus ke kepala bagian dalam (otak kecil) gegerkan warga Desa Bere-bere, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Kepulauan Morotai, tepatnya diareal Pariwasata tabailenge, pada Selasa (31/ 03/ 2020) kemarin.

Diduga peristiwa tersebut, dikarenakan adanya unsur kesengajaan yang mengakibatkan korban, Wempi Remon papadeka (32) tahun salah satu warga Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara itu, meninggal dunia terkena anak panah dibagian mata kiri hingga tembus ke bagian belakang kepala.

Adapun kronologis kejadian sekitar pukul 15.30 WIT, Wempi Remon papadaka (korban) bersama terlapor Marten Gane, hendak memanah ikan di tepi pantai Tabailenge di Desa Bere-bere, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai.

Saat itu terlapor menggunakan alat panah ikan yang dipinjamkan oleh korban kepada terlapor. Saat menyelam sekitar 2 meter dari permuakaan air, terlapor langsung mengarahkan arah panah ke sasaran batu karang besar yang menghubungkan antara dua sisi, yakni sisi depan dan belakang. Pada saat melepaskan anak panah, terlapor tidak mengetahui kalau korban ikut menyelam dan mengintip ikan yang masuk kedalam lubang batu tersebut, karena posisi korban berada tepat di belakang batu besar. Seketika itulah anak panah yang di lepaskan tiba-tiba mengenai mata korban.

Melihat hal tersebut pelaku pun kaget dan panik kalau anak panahnya mengenai dan menembus mata kiri korban, sehingga terlapor bergegas membantu mengangkat korban keatas permukaan air dan berteriak meminta tolong, agar rekan- rekannya yang berada didarat dapat membantu melakukan evakuasi terhadap korban.

Akibat dari peristiwa tersebut, korban sempat dilarikan ke puskesmas Bere-bere, kemudian dirujuk ke RSUD Pulai Morotai, pada Rabu (01/04/2020) sekitar pukul 03.00 WIT. Namun nyawa korban tidak dapat di selamatkan dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara itu, Kapolsek Morotai Utara melalui Kanit Intel, Bripka Asril Mubarun kepada redaksi Monitor Malut mengatakan, kejadian tersebut telah dilaporkan oleh Alfrit papadaka alias Dedi
(42) tahun, perkejaan petani asal Desa Bido dengan terlapor, Marten gane ( 32) tahun pekerjaan Nelayan, asal Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara.

Menurutnya, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan introgasi terhadap saksi-saksi yakni, Nofiston Labaka, Herman Maleko, Hengki labaka dan Nimret Banggai.

Kemudian polisi langsung mengamankan barang bukti anak panah dan melakukan permintaan visum mayat korban yang meninggal yakni Wempi Remon papadeka. Untuk tersangka sendiri, sudah diamankan di Kantor Polsek Morotai Utara.

“Pelaku melanggar Pasal 359 KUHP yakni, Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima (5) tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun,”pungkasnya (Red)

Show More

Azwar EKO

Penulis Nomor Register Kompetensi Dewan Pers: 3015-PWI/WU/DP/VI/2012/18/10/79 (Wartawan Utama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close