BERITA PUPR MALUT 2020

Sesuai Edaran Kemenkeu, Proyek Irigasi di Wayamli Dihentikan

Sesuai Edaran Kemenkeu, Proyek Irigasi di Wayamli Dihentikan

SOFIFI, Monitor Malut- Wabah Corona Virus atau Covid-19 ternyata berdampak terhadap 8 kegiatan Fisik 2020 yang bersumber dari Dana Alokasi Khuss (DAK). Satu proyek irigasi di Wayamli, Kabupaten Halmahera Timur, senilai Rp 8 Miliar dihentikan sesuai edaran Kementerian Keuangan.

“Proyek jalan ada enam. Semuanya sudah terkontrak dan sudah sesuai dengan arahan seperti dalam edaran Menkeu, sehingga tidak ada penghentian. Sedangkan untuk bidang irigasi, terjadi penghentian sesuai SE Menkeu, yakni satu kegiatan irigasi di Wayamli, Kabupaten Halmahera Timur, senilai 8 Rp Miliar,” papar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Provinsi Maluku Utara.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan(Menkeu) RI. Sri Mulyani menerbitkan Surat Edaran Menkeu nomor : S-246/MK.072920 tertanggal 27 Maret 2020 dengan perihal penghentian Proses Pengadaan Barang/Jasa Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik TA 2020.

Santrani, MS. Abusama, menjelaskan, delapan kegiatan DAK Fisik pada tahun anggaran 2020 yang terdistribusi pada bidang jalan senilai Rp. 81.018.091.000 dan Bidang Irigasi Rp 11.736.613.000.

Sementara itu, menindaklanjuti Surat Edaran Menkeu tersebut, Kepala KPPN Ternate, M. Izma Nur Choironi juga menjelaskan pemberhentian yang dimaksud adalah pekerjaan yang sedang dilelang dan yang akan dilelang. Sedangkan yang sudah dikontrakkan tinggal diinput ke aplikasi KPPN dengan nama aplikasinya online monitoring sistem perbendaharaan dan anggaran negara (OMSPAN), paling lambat tanggal 28 Maret 2020 pikul 04.00 dini hari.

“Untuk PUPR sebenarnya sudah lengkap dan bisa dicairkan di bulan April. Minggu ke dua itu sudah bisa dicairkan”, ujar M.Izma

Show More

Azwar EKO

Penulis Nomor Register Kompetensi Dewan Pers: 3015-PWI/WU/DP/VI/2012/18/10/79 (Wartawan Utama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close