KOTA TERNATE

Kemenag Ternate Akui tak Mudah Jalankan Edaran Menag

TERNATE, Koridor Malut – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ternate mengaku tidak mudah menjalankan Surat Edaran Menteri Agama RI nomor 06 tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Sholat Idul Fitri 1 Sawal 1441 H Ditengah Pandemi Wabah Covid 19, yang menganjurkan lebih banyak beribadah dari rumah. Alasannya, masyarakat Ternate pada umumnya lebih suka beribadah di masjid dibanding beribadah sendirian di rumah.

Meski demikian, sebagai instansi vertikal, Kemenag tetap Ternate harus menjalankan edaran tersebut secara konsisten. Salah satunya adalah dengan memperbanyak sosialisasi kepada masyarakat, serta berdiskusi dengan lembaga keagamaan, terutama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ternate.

Hal tersebut disampaikan Kasubang Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Ternate, H. M. Zulkiram M. Chairrudin, S.Ag, M.Si, ketika dikonfirmasi, Rabu (09/04). Menurutnya, SE tersebut sudah dikirim Kemenag RI ke seluruh jajarannya sampai tingkat Madrasah.

“Substansi surat edaran ini tidak membatasi seseorang beribadah di bulan suci Ramadhan. Yang menjadi pertimbangannya adalah jangan sampai kita melaksanakan ibadah dalam kedaan sakit, dan orang yang sehat harus menghindar dari wabah penyakit yang ada,” kata Zulkiram.

Hal yang perlu diketahui masyarakat kata Zulkiram, beribadah ditengah pandemi covid-19 memang sangat riskan. Di satu sisi, masyarakat harus melaksanakan ibadah. Namun di sisi lain, setiap muslim juga harus menjaga kesehatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.

“Apa yang disampaikan Menteri Agama melalui edarannya sifatnya anjuran. Sholat Tarawih misalnya, kalau memang tidak bisa dilakukan berjamaah di masjid, lebih baik dikerjakan di rumah bersama keluarga. Begitu juga dengan i’tikaf di 10 hari terakhir ramadhan, Kemenag meniadakan i’tikaf di masjid dan lebih mengajurkan untuk dilaksanakan di rumah saja,” jelasnya menambahkan.

“Kemenag Kota Ternate berharap masyarakat tetap bisa melaksanakan sholat tarawih dan sholat Idul Fitri secara berjamaah. Namun, kami tidak bisa memutuskannya sendiri, melainkan harus berdiskusi dengan MUI serta ormas-ormas Islam di Kota Ternate. Saya pun berharap agar kita semua mendoakan, semoga wabah Covid 19 ini segera berakhir sebelum ramadhan, sehingga kita dapat melaksanakan ibadah secara berjamaah di masjid,” tuntasnya. (***)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close