HALMAHERA

Terbakar Api Cemburu, Pria Hafiz Al-Qur’an Dianiaya Anak Kades

HALTENG, Monitor Malut– Hijrah Badar (21), warga Desa Tepeleo, Kecamatan Patani Utara, Halmahera Tengah (Halteng) itu, dianiaya di Desa Messa, Kecamatan Weda Timur, Jum’at (10/4/2020) pukul 20.30 wit.

Pelaku adalah Cipto, yang tak lain adalah anak dari Kepala Desa Messa, Abdul Jalil. Karena dipengaruhi minuman keras (Alkohol), Cipto dengan cara premannya menganiaya Hijrah hingga babak belur.

Akibat dari penganiayaan itu, Hijrah mengalami luka dibagian bibir atas dan bawah. Kemudian memar dibawah mata kanan, dan tulang rusuk bagian kanan hingga sesak bernafas.

Foto : Korban Hijrah Mengalami Luka Lebam Dibagian Bibir.

Dari Desa Dotte, korban dilarikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Weda pada Sabtu (11/4/2020) pukul 22.20 wit untuk mendapatkan perawatan medis. Korban tiba di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Minggu (12/4/2020) pukul 02.35 wit.

“Rencana saya mau ke Tepeleo untuk menghadiri pengecoran Masjid. Sampai di Messa saya ditahan sama orang tua angkat saya untuk istirahat dan mau dibuatkan bekal. Kemudian saya disuruh pergi cari ikan dengan adik angkat yang nama Sawia. Kemudian di hadang oleh Cipto,” terang Hijrah.

“Sementara motor saya masih jalan, Cipto langsung pukul di bagian rusuk. Kemudian dia suruh saya stop, terus dipukul menggunakan kaki dan tangan dibagian muka,” sambung Hijrah.

Sawia, salah satu saksi saat dikonfirmasi membenarkan apa yang dikatakan Hijrah. Saksi mengakui bahwa Cipto adalah kekasihnya. Diduga pelaku terbakar cemburu dan melakukan pemukulan kepada Hijrah.

“Waktu pergi cari ikan, kami Lima orang gunakan Dua motora. Saya goncengan sama Hijrah. Pelaku kejar kami pake motor dan dia suruh stop. Pas stop dia langsung pukul. Pelaku mabuk. Katanya dia cemburu sama Hijra,” kata Saksi.

Atas kejadian ini keluarga korban bersama pelaku berniat untuk menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan. Namun hal ini hanya sebatas omongan yang tidak ditindaklanjuti oleh keluarga pelaku.

Keluarga korban akhirnya melanjutkan perkara ini ke jalur hukum dan pelaku telah dilaporkan ke Mapolsek Weda.

Sementara itu, Kapolsek Weda, Iptu Ikomang Suriawan, SH, saat dikonfirmasi melalui via handphone membenarkan adanya laporan penganiayaan tersebut.

“Untuk laporan penganiayaan tersebut, saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh anggota Polsek Weda dilokasi kejadian dan secepatnya akan diselesaikan”, ungkap Komang.

Untuk diketahui, korban adalah anak Hafiz 25 Juz dari Pondok pesantren Negara Thailand yang saat ini bekerja sebagai karyawan di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Show More

Azwar EKO

Penulis Nomor Register Kompetensi Dewan Pers: 3015-PWI/WU/DP/VI/2012/18/10/79 (Wartawan Utama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close