HALMAHERA

Diduga Datangkan TKA Asal Cina Ke Kawasi, PT. HPAL Didemo Warga Lingkar Tambang

HALSEL, Monitor Malut- Tenaga Kerja dan masyarakat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), melakukan aksi terhadap kebijakan PT. Halmahera Persada Lygen (HPAL) secara diam-diam memasukan Tenaga Kerja Asing (TKA) di perusahaan tersebut, diduga menggunakan kapal pribadi, pada Minggu (12/ 04/ 2020) sekitar pukul 17.30 Wit.

Mereka menilai, kedatangan TKA itu, sangat berdampak besar bagi masyarakat seputaran Obi khususnya Desa Kawasi, ditengah mewabahnya pandemi Corona Virus atau Covid-19 saat ini.

Salah satu warga berinisial RS (25) tahun mengatakan, karyawan dari kontruksi tidak terima dengan kehadiran Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang datang. Sebab, kedatangan mereka tidak ada surat keterangan dan sengaja ditutupi oleh pihak perusahaan. Maka dari itu, karyawan bersama masyarakat berharap pihak perusahan untuk memulangkan TKA yang baru datang tersebut.

Kebijakan Perusahaan terhadap Tenaga Kerja Lokal (TKL) dengan TKA baik yang sudah bekerja dan yang baru datang itu berbeda karena, TKA dibiarkan berbaur dengan masyarakat, sementara karyawan lokal ditekan dan tidak punya ruang untuk bertemu keluarga di kampung.

“Kalau turun di kampung pihak perusahan akan memberikan PHK, berbeda dengan TKA”, terangya.

Menurut dia, TKA yang baru tiba dua hari lalu di Kawasi itu diduga, tidak melalui prosedur keimigrasian sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (Perpres No. 20/2018) dimana Tenaga Kerja Asing di peraturan ini adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia (Pasal 1 ayat (1) Perpres 20/2018).

“Dorang datang pake kapal pribadi bagimana tong tara bilang ini ilegal. Sementara, torang disini samua tako deng Corona Virus ini” Kata salah satu karyawan yang enggan namanya disebutkan, Minggu (12/04/2020) saat dikonfirmasi Via telpon

Secara Terpisah, Anggota DPRD Halsel, Nicolas Kurama mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan kerja satuan tugas (Satgas) pencegahan Covid 19 karena tidak intens melakukan pengawasan sehingga warna negara asing (WNA) masuk ke Halsel secar bebas tanpa dikontrol.

“Dalam rapat dengan Satgas Covid 19 kemarin saya sudah sampaikan soal pengawasan terhadap TKA yang baru datang. Harus nya diperketat jangan kecolongan seperti yang terjadi saat ini di Kawasi,”sesal Nicolas yang juga anggota DPRD Dapil Obi itu.

Sementara itu Sekretaris Satgas Covid 19, Daud dJubedi ketika dikonfirmasi menuturkan, pihaknya saat ini menuju Obi Kawasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. “Yang jelas kami skarang lagi menuju obi untuk memastikan kondisi terkini disana fan nanti setelah dari Obi kami berikan informasinya,”cetus Daud. (Red)

Show More

Azwar EKO

Penulis Nomor Register Kompetensi Dewan Pers: 3015-PWI/WU/DP/VI/2012/18/10/79 (Wartawan Utama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close