INFO COVID 19

Masuk OTG, 5 Santri Asal Morotai Dirujuk ke Ternate

Lima santri turun dari mobil ambulance dan menuju pelabuhan speed Daruba

MOROTAI, Koridor Malut – Dinas Kesehatan Pulau Morotai merujuk lima warga Kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate, untuk mendapat penanganan lebih jauh dengan status Otang Tanpa (Gejala (OTG). Rujukan dilakukan karena hasil rapid test terhadap lima orang ini dinyatakan reaktif.

Kelima warga tersebut diketahui sebagai santri di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Tasikmalaya Jawa Barat, dan sedang sedang menjalani karantina di D’aloha Resort Desa Juanga. Atas hasil rapid test tersebut, kelimanya pun dinyatakan OTG dan sudah dibawa ke Ternate pada Sabtu (18/4) pagi sekitar pukul 07.30 Wit, dengan menggunakan speed boat milik Pemkab Pulau Morotai. Mereka didampingi tiga tenaga medis dan seorang dokter.

Berdasarkan laporan dari aparat keamanan di Morotai, riwayat pejalanan kelima santri ini dimulai sejak tanggal 25 Maret 2020. Saat itu, 10 santri asal Pulau Morotai melakukan perjalanan dari Tasikmalaya menuju Jakarta, karena pada 24 Maret 2020, pihak Ponpes Daarul Mujtahidin, Tawang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, meliburkan santri-santrinya untuk kembali ke daerah asal masing-masing.

Pada 26 Maret 2020, para santri ini tiba di Jakarta dan singgah di Masjid Jami’ Kebon Jeruk yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk 83, Jakarta Barat. Lalu pada 27 Maret 2020, 10 santri ini menuju Pelabuhan Tanjung Priok dan menaiki KM. Dorolonda dengan rute Jakarta – Surabaya – Makassar – Bau Bau – Namlea – Ambon – Ternate -Bitung.

Pada tanggal 02 April 2020, para santri ini tiba di Ternate dan melanjutkan perjalanan dengan KM. Ratu Maria menuju Pulau Morotai. Sesuai protokol kesehatan di Morotai, 10 santri ini langsung dikarantina selama 14 hari sejak tanggal 03 April 2020.

Hasil , Para santri tiba di Pulau Morotai dan mengikuti proses karantina kurang lebih di D’aloha Resort Djababeka, Desa Juanga, Kec. Morotai Selatan. Hasil rapid test (RDT) pertama yang dilakukan tanggal 7 April 2020, seluruhnya dinyatakan non reaktif.

Namun 10 hadi kemudian, tepatnya tanggal 17 April 2020, dilakukan RDT kedua. Dan hasilnya, lima orang dinyatakan reaktif dan lima lainnya non reaktif. Atas dasar itulah, tenaga medis yang menangani para santri ini memutuskan untuk merujuk lima santri ke Ternate.

Proses pengantaran santri dari tempat karantina menuju pelabuhan Imam Lastori untuk selanjutnya ke Ternate, turut disaksikan Danlanud Leo Wattimena, Kolonel (Pnb) Adi Setio N, SE, Danlanal Pulau Morotai Letkol Laut (P) Norman Faizal, M.Tr.Hanla, Kapolres Pulau Morotai AKBP Andnmri Hariyanto, S.Ik, Kadishub Pulau Morotai, Ahdad, Syahbandar Morotai, Plt. Kadinkes Pulau Morotai dr. Julys Giscard Kroons, dan Kabag Ops Polres Pulau Morotai AKP. Didik CB.

Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 19 Pulau Morotai hingga saat ini belum memerikan keterangan. Dan seluruh penjelasan akan disampaikan Satgas pada Konfrensi Pers siang nanti. (aty)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close