HALMAHERA

Merasa Diterlantarkan, 8 Calon Tenaga Kerja Laporkan PT. IWIP Ke Polisi

HALTENG, Monitor Malut– Merasa tidak ada kepastian untuk dipekerjakan dan diterlantarkan oleh pihak Perusahan PT. IWIP, sebanyak 8 orang calon tenaga kerja yang direkrut PT. Integritas Perkasa Produksi (IPK), mendatangi kantor Polsek Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), untuk membuat pengaduan, Selasa (21/ 04/ 2020) sekitar pukul 10.30 Wit.

Para calon tenaga kerja itu, mengadukan soal janji untuk dipekerjakan di perusahan PT. IWIP oleh PT. IPK. Akan tetapi, hingga saat ini terhitung sejak kedatangan mereka pada 19 Maret 2020 lalu, mereka merasa diterlantarkan dan belum dipekerjakan.

Dalam keterangannya, mereka diberangkatkan dari Surabaya melalui perusahan PT. Daya Nusantara Abadi (DNA). Kemudian, mereka diberangkatkan ke Maluku Utara (Malut) untuk menuju ke PT. IPK Kota Weda, yang merupakan sebagai pengguna tenaga kerja.

Sesampainya di Weda, para calon karyawan ini, disuruh kembali ke Surabaya dengan alasan musibah Covid-19. Sehingga, KTP dari luar Malut belum bisa dipekerjakan di PT. IWIP. Namun, mereka diberikan penawaran oleh PT. IPK, apabila calon karyawan yang ingin tinggal, akan diberikan pekerjaan di perkebunan di Desa Woekob, sambil menunggu PT. IWIP berjalan normal.

Dari 112 calon tenaga kerja yang didatangkan dari Pulau Jawa, 93 orang telah kembali ke Surabaya pada tanggal 25 Maret 2020 lalu dan 9 orang masih bertahan dan menunggu pekerjaan. Namun, sampai saat ini merek pun belum dipekerjakan. Menyangkut makanan sehari-hari, mereka cuma diberi makan sekali dalam sehari, sehingga kesembilan calon tenaga kerja ini merasa resah dan ingin agar pihak Perusahan dalam hal ini, PT. IPK dapat memulangkan mereka ke tempat asalnya masing-masing.

Kapolsek Weda, IPTU I Komang Suriawan, SH, saat dikonfirmasi diruang kerjanya menjelaskan, terkait pengaduan tersebut, sekitar pukul 11.30 Wit, Manager penanggung jawab lapangan PT. IPK, Maretsko A. Toboko alias Ifan, telah diundang ke kantor Polsek Weda untuk dimintai keterangan terkait permasalahan tersebut.

“Ada pun tanggapan dari Manager Penanggung Jawab mengatakan, untuk persoalan makan dan minum mereka, sudah pernah dilaporkan ke pimpinan perusahan. Ternyata, dirinya baru tau kalu hal tersebut masih bermasalah”, ungkap Komang.

Foto : Suasana Pertemuan Pihak PT. IPK Dan Calon Tenaga Kerja Di Kantor Polsek Weda.

Lanjutnya, sesuai dengan pengakuan Maretsko, untuk pekerja yang ingin pulang, nanti akan dilaporkan ke pimpinannya agar para pekerja bisa dipulangkan. Mengingat, karena pengambil keputusan tertinggi ada ditangan pimpinan.

“Para calon pekerja menerima penjelasan dari saudara Maretsko dan mereka bersedia menunggu hasil koordinasi dengan pimpinan Perusahan PT. IPK”, terang pria berpangkat Iptu itu.

Setelah menempuh jalur kordinasi, akhirnya pihak PT. IPK bersedia untuk memulangkan para calon tenaga kerja itu, dengan menggunakan pesawat sesuai permintaan mereka. Mengingat, jalur perhubungan laut dengan kapal PT. Pelni telah ditutup. (Red)

Show More

Azwar EKO

Penulis Nomor Register Kompetensi Dewan Pers: 3015-PWI/WU/DP/VI/2012/18/10/79 (Wartawan Utama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close