MOROTAI

Jadwal Kapal Dibatasi, Buruh Pelabuhan Meradang

MOROTAI, Koridor Malut – Pembatasan jadwal kapal masuk di Pelabuhan Imam Lastori Morotai selama beberapa pekan terakhir akibat pandemi Covid-19, membuat pendapatan buruh merosot tajam. Jika sebelumnya, para buruh bisa memperoleh pendapatan hingga ratusan ribu setiap kapal masuk, saat ini untuk uang makan saja sudah agak susah. Dan buruh akan semakin meradang lagi dengan munculnya keputusan baru yang menutup seluruh akses pelabuhan di Maluku Utara.

“Sudah hampir sepuluh tahun saya bekerja sebagai buruh di pelabuhan Daruba. Sebelum adanya virus korona, upah dan pendapatan kami sangat menunjang kebutuhan hidup. Tapi saat ini, semuanya sudah berubah. Muatan sudah tidak lancar karena Kapal Geovani dan Ratu Maria jadwalnya tidak seperti sebelumnya. Kapal masuk cuma satu kali dalam seminggu. Kami dapat uang lebih kalau kapal dari Bau – Bau masuk di pelabuhan Daruba, dan sekarang kapal itu sudah tidak masuk lagi,” ujar Mohdar, koordinator kelompok II buruh Pelabuhan Lastori Morotai.

Aktifitas di pelabuhan Iman Lastori Morotai

Menurutnya, selain jadwal kapal dibatasi, jumlah penumpang yang naik kapal juga sangat sedikit. Hal itu terjadi karena ada aturan karantina yang dilakukan Satgas Covid 19 Morotai, kepada penumpang yang baru turun di pelabuhan. Aturan itu yang membuat sebagian besar warga masih enggan untuk ke Morotai.

“Buruh seperti kami hanya berharap pemasukan dari bekerja di pelabuhan. Kalau ada himbauan diam di rumah, berarti kami tidak bisa kerja, dan tidak ada penghasilan. Lalu kami makan apa? Untuk itu kami hanya berharap, ada perhatian pemerintah kepada kami buruh di pelabuhan,” sambung Beok, salah satu buruh. (***)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close