MOROTAI

Digelar Saat Pandemi Covid 19, Proyek Dishub Jadi Sorotan

MOROTAI, Koridor Malut – Proyek tidak penting dan tidak terlalu mendesak bergulir di Pulau Morotai. Adalah Dinas Perhubungan Morotai yang sekarang menjadi sorotan karena melelang pengadaan mobil mikro bus kapasitas 20 sheet dengan nilai Rp 4,9 miliar, di tengah pandemi Covid-19 yang kian mengkhawatirkan. Padahal Bupati Morotai, Benny Laos, sedang berpikir keras mencari sumber pendanaan untuk membiayai penanganan dan pengendalian Virus Corona di daerah yang dipimpinnya.

Sesuai informasi yang diperoleh Koridor Malut, lelang pengadaan bus tersebut ternyata sudah dilakukan sejak tanggal 27 Maret lalu, dan telah dilakukan penandatanganan kontrak pada 15 Mei 2020. Pemenang proyek ini yakni PT. Hasjrat Abadi, Jakarta.

“Apa pentingnya mengurus mobil bus di tengah pandemi seperti ini? Tidak ada yang mendesak. Harusnya proyek-proyek seperti ini ditunda dulu sampai pandemi ini benar-benar selesai, karena pemerintah masih butuh uang untuk penanganan Covid 19,” kata salah satu warga Morotai.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Pulau Morotai, Hadad Hi. Hasan, ketika dikonfirmasi via ponsel mengakui keberadaan proyek tersebut. Namun menurutnya, proyek itu bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Desa dengan total dana mencapai Rp. 6 miliar.

“Proyek ini tidak ada hubungannya dengan Covid 19, dan pekerjaannya masih sementara dalam proses. Tahun lalu kami mendapat pengadaan tujuh unit bus, dan tahun ini ada sepuluh unit yang diperuntukan sebagai transportasi pedesaan. Jadi mobil ini nantinya akan melayani di desa sana,” jawabnya singkat. (***)

KOREKSI – Sesuai masukan dari sejumlah pihak, Redaksi telah merubah judul berita dari sebelumnya Bupati Fokus Basmi Corona, Dishub Malah Pengadaan Bus, diubah menjadi Digelar Saat Pandemi Covid 19, Proyek Dishub Jadi Sorotan.

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close