INFO COVID 19

4 Santri asal Morotai Positif Covid-19

Lima santri yang dinyatakan OTG dijemput dari tempat karantina di D’aloha Resort Desa Juanga

TERNATE, Koridor Malut – Kabar kurang mengenakkan harus diterima keluarga empat santri asal Morotai, yang beberapa waktu lalu dirujuk ke RSUD Chasan Boeosoirie Ternate. Sesuai hasil uji swab test yang dilakukan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar, keempat santri ini terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil uji tersebut sudah diterima Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara, Kamis (30/4).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara, dr. Alwia Assagaf, pada konferensi Pers di Media Center Pokso Covid-19, Sahid Hotel, mengatakan, Gugus Tugas telah mengirim 54 spacemen ke BBLK, Makassar, termasuk spacemen untuk lima santri asal Morotai, Minggu (26/04). Dan hasilnya, 4 santri terkonfirmasi positif, satu lagi dinyatakan negatif.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 Pulau Morotai, merujuk lima santri ke RSUD Chasan Boesoirie Ternate, Sabtu (18/4), karena reaktif berdasarkan hasil rapid test. Kelima orang ini merupakan santri di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kelima santri ini memulai perjalanan sejak tanggal 25 Maret 2020 bersama lima lima santri asal Morotai lainnya. Pada 26 Maret 2020, mereka tiba di Jakarta dan singgah di Masjid Jami’ Kebon Jeruk yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk 83, Jakarta Barat. Lalu pada 27 Maret 2020, 10 santri ini menuju Pelabuhan Tanjung Priok dan menaiki KM. Dorolonda dengan rute Jakarta – Surabaya – Makassar – Bau Bau – Namlea – Ambon – Ternate – Bitung.

Pada tanggal 02 April 2020, para santri ini tiba di Ternate dan melanjutkan perjalanan dengan KM. Ratu Maria menuju Pulau Morotai. Sesuai protokol kesehatan di Morotai, 10 santri ini langsung dikarantina selama 14 hari sejak tanggal 03 April 2020.

Hasil rapid test (RDT) pertama tanggal 7 April 2020, seluruhnya dinyatakan non reaktif. Namun 10 hadi kemudian, tepatnya tanggal 17 April 2020, dilakukan RDT kedua. Dan hasilnya, lima orang dinyatakan reaktif dan lima lainnya non reaktif. Atas dasar itulah, tenaga medis yang menangani para santri ini memutuskan untuk merujuk lima santri ke Ternate. (red)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close