ETALASE

Pemprov Kelola Rp. 148 Miliar Dana Covid-19, Wagub tak Dilibatkan?

TERNATE, Koridor Malut – Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba dan Wakilnya, Ir. M. Alyasin Ali, kembali pecah kongsi. Hampir sebulan terakhir, wagub tidak terlihat lagi mendampingi gubernur dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Bahkan untuk urusan penanganan dan pengendalian Covid-19, mantan Bupati Halmahera Tengah itupun tidak dilibatkan. Hal ini memicu spekulasi adanya keretakan antara gubernur dan wagub, terutama setelah mencuatnya dana Rp.148 miliar yang dikelola pemprov untuk Covid19.

Kepada wartawan, Wagub Alyasin Ali mengaku tidak mengetahui ihwal munculnya anggaran Rp.148 miliar tersebut. Wagub baru tahu justru dari pemberitaan media, termasuk salah satu peruntukannya guna membiayai sewa Hotel Sahid Bela. Sebelumnya, wagub tidak pernah tahu karena tidak dilibatkan dalam pembahasan maupun pengusulan anggaran.

“Bagi saya, kenapa pemprov harus mengeluarkan uang banyak untuk menyewa Hotel Sahid Bela, pemprov kan punya RSUD Sofifi yang dibangun dengan dana puluhan miliar, kenapa bukan ini yang digunakan. Dari sisi jarak, RSUD Sofifi justru lebih dekat dan lebih mudah diakses kabupaten kota dibanding Hotel Sahid, dan tidak perlu keluar biaya,” katanya, Rabu (06/05).

Wagub bilang, dirinya pernah mengusulkan penggunaan RSUD Sofifi sebagai lokasi karantina bagi OTG dan ODP, untuk menghemat anggaran. Namun usulan tersebut kata tidak didengar oleh pejabat di pemprov dan lebih memilih mengeluarkan anggaran untuk menyewa hotel.

“Jadinya kan mubazir. Ini semua karena ulah dari staf-stafnya gubernur sendiri. Coba uang (sewa hotel) itu dipakai untuk membantu masyarakat, pasti akan lebih banyak warga yang menikmatinya,” tutupnya. (red)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close