ETALASE

Corona Belum Usai, BPBD Malut Lelang Proyek Jembatan Rp 9,4 Miliar

Jembatan Kupal, Halmahera Selatan

TERNATE, Koridor Malut – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara rupanya tidak mau kalah dari instansi lain dalam hal melaksanakan proyek fisik. Buktinya, BPBD Malut saat ini sedang melaksanakan lelang rehabilitasi dan rekonstruksi jembatan Desa Kupal, Halmahera Selatan. Tak tanggung-tanggung, proyek tersebut dibanderol dengan harga senilai Rp 9,4 miliar (Tepatnya Rp 9.498.000.000).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Koridor Malut, lelang proyek tersebut saat ini sudah memasuki tahap pembuktian kualifikasi. Dimana ada empat perusahaan yang sudah mengajukan penawaran, yakni CV. Nanily Sejati, CV. Salero Malige, CV. Hadi Karya Pasatta dan CV. Tiga Dara.

Menariknya, lelang proyek tersebut justru dilakukan disaat pandemi Covid-19 belum usai, bahkan mulai memasuki fase mengkhawatirkan dengan terus meningkatnya jumlah pasien positif. Dan BPBD sebagai garda terdepan dalam menanggulangi bencana di daerah, harusnya lebih fokus menangani penyebaran virus dibanding sekadar mengerjakan proyek.

“Kalau tidak salah, Pak Wagub tidak setuju dengan proyek ini, karena harusnya anggaran itu dialihkan dulu ke penanganan Covid 19. Pertimbangannya karena masyarakat butuh makan, bukan butuh proyek. Dan proyek ini sumber anggarannya APBD murni, sebab kalau DAK pasti ditulis DAK pada pengumuman lelang,” kata salah satu sumber Koridor Malut yang meminta agar namanya tidak ditulis.

Sayangnya, Kepala BPBD Malut, Yunus Badar, hingga kini belum dapat dikonfirmasi untuk memastikan peruntukan dan urgensi proyek tersebut. Demikian pula dengan pejabat pembuat komitmen (PPK), Ilyas Salama, ketika dihubungi via WA, yang bersangkutan tidak menjawabnya. (eko)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close