ETALASE

Karantina Morotai Berhasil, Kasus Positif Covid Bukan Transmisi Lokal

MORITAI, Koridor Malut – Kasus positif Covid-19 di Pulau Morotai mengalami penambahan enam kasus, sehingga menjadi 14 kasus. Meski demikian, masyarakat Pulau Morotai diminta untuk tidak terlalu panik dengan kondisi yang ada, karena kasus positif Covid di Morotai bukan transmisi lokal, tapi murni hasil karantina yang dilakukan selama beberapa bulan ini.

“14 kasus positif murni didapat dari karantina. Semuanya memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah, dan begitu sampai di Morotai langsung dikarantina. Tidak ada yang melakukan kontak dengan masyarakat Morotai,” kata (Jubir) Satgas Covid-19 Kabupaten Pulau Morotai, dr Tony Humbas.

Menurutnya, Satgas Covid-19 Kabupaten Pulau Morotai sudah menerima rekapan data terbaru penambahan kasus positif Covid dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Malut, dimana untuk Kabupaten Pulau Morotai mengalami peningkatan sigifinkan yakni ada tambahan enam kasus. Sehingga total keseluruhan menjadi 14 kasus.

“Keenam pasien tersebut berasal dari kecamatan Morsel, Morselbar, Mortim dan Morut, dengan riwayat perjalanan dari Tobelo dan Ternate. Mereka kami temukan di tempat karantina dan sudah melewati serangkaian tes hingga akhirnya dinyatakan positif Covid-19. Jadi masyarakat tidak perlu panik berlebihan namun tetap waspada dan selalu mengikuti anjuran pemerintah. Satu lagi, inilah manfaat dari karantina yang kita lakukan selama ini, gunanya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya via WA.

Tony menambahkan, enam pasien positif tersebut masih dikarantina di Morotai. Dan jika mereka mengalami gangguan kesehatan atau ada gejala sakit serius dan butuh penanganan, maka akan dirujuk ke Ternate. Sesuai data rekapan pemantauan Covid-19 Kabupaten Pulau Morotai sampai tanggal 02 Juni 2020 tercatat, jumlah OTG sebanyak 19 orang (Puskesmas Wayabula), ODP sebanyak 12 yang tersebut di lima puskesmas (7 orang di Puskesmas Daruba, 2 orang di Puskesmas Sabatai, dan masing-masing satu orang di Puskesmas Bebe-Bere, Tiley, Wayabula). Sementara PDP sebanyak satu orang di Puskesmas Sangowo.

“Dan reaktif RDT (Rapid Diagnostic Test) sebanyak 40 orang,” tuntasnya. (red)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close