MOROTAI

Kasus Pelecehan Seksual di Morotai Jalan di Tempat

MOROTAI, Koridor Malut – Komisi Perempuan Indonesia (KPI) Pulau Morotai menyoroti kinerja Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Morotai karena dianggap tidak serius menangani kasus pelecehan seksual terhadap dua siswa yang dilakukan oknum guru di salah satu sekolah di Desa Leo-leo, Kecamatan Morotai Selatan Barat. Padahal kasus ini sudah lama dilaporkan dan pelakunya sudah diketahui.

Ithy Marwa Kharie selaku perwakilan KPI Kabupaten Pulau Morotai kepada Koridor Malut Kamis (04/06) mengatakan, kasus pelecehan seksual ini tidak ada titik terangnya, meski sudah berlangsung selama empat bulan. Pihak (PPA) Polres Morotai hanya terkesan bolak balik konfirmasi tanpa ada target yang jelas.

“Empat bulan merupakan waktu yang lama untuk mengungkap satu kasus yang sudah terang benderang. Sejak dilaporkan bulan Februari lalu, sampai sekarang tidak progres apapun yang dilakukan kepolisian, dan bahkan membiarkan kasus ini terbengkalai begitu saja,” kata Ithy dengan nada kecewa.

Menurutnya, KPI sudah empat kali menanyakan perkembangan kasus di PPA, namun pihak PPA selalu menjawab dengan berbagi alasan. Daqn inilah yang membuat KPI kecewa dengan kinerja Polres Morotai, terutama Unit Pelayanan Perempuan dan Anak.

Sementara itu, Kanit PPA Porles AIPTU Ihnan Bayo ketika dikonfirmasi, belum memberikan tanggapan. (aty)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close