DARI DESA

Tak Kunjung Terealisasi, Warga Persoalkan Dana Desa Kolorai

MOROTAI, Koridor Malut – Sejumlah warga Desa Kolorai, Kecamatan Morotai Selatan, mempersoalkan penggunaan anggaran Dana Desa dan ADD tahun 2019 dan 2020 di desa mereka. Sebab begitu banyak program yang sudah dirancang, tapi anggarannya sampai sekarang tak kunjung direalisasikan. Warga pun curiga anggaran tersebut sudah dialihkan untuk kepentingan lain, diluar kepentingan desa dan masyarakat.

Imam Masjid Al-Multakim Desa Kolorai, Mubarun Baba misalnya, Ia menyampaikan keluhan karena dana masjid dari tahun 2019 hingga 2020 ini tidak pernah dicairkan. Padahal, dana pembangunan masjid itu sudah melekat di Dana Desa dengan nilai sekitar Rp. 23 juta tiap tahun. Akibatnya warga harus patungan sendiri untuk membiayai rehab masjid yang sudah direncanakan sejak beberapa tahun lalu.

“Untuk rehab masjid ini digunakan dana swadaya masyarakat sekitar 50 juta, karena dana desa selama dua tahun tidak pernah kami terima. Kami bersyukur ada juga bantuan dari Bapak Yong Lastori. Meskipun beliau gagal menjadi anggota DPRD Morotai, namun beliau ikut membantu 50 sak semen dan sudah digunakan untuk membuat pagar masjid. Ada juga bantuan dari anggota DPRD, Rasmin Fabanyo sebanyak 50 sak semen, tapi kami belum ambil,” kata Mubarun Baba.

Satu-satunya bantuan dari Pemerintah Desa kata Mubarun, yakni kaligrafi yang sudah dipasang sekitar satu tahun. Sayangnya, kaligrafi tersebut sudah ditarik pemiliknya karena belum dibayar. Pemilik kaligrafi itu mengaku sudah menghubungi Kepala Desa, namun tidak direspon.

Salah satu petugas masjid, Husen Hubihawa mengatakan, di tahun 2019 lalu, dirinya pernah mengikuti rapat bersama dengan tim Pemerintah Desa dan tim kabupaten, dan telah disepakati bantuan masjid sebesar Rp.23 juta. Dan sesuai hasil koordinasi dengan pihak Badan Permusyarawatan Desa (BPD), dana masjid dari tahun 2019 akan dicairkan tanggal 15 Juni 2020.

“Rencananya hari dicairkan. Tapi jika tidak ada pencairan, maka besok kami akan melaporkan hal ini ke pak bupati,” ucap Husen.

Selain bantuan masjid, anggaran untuk PAUD, pembangunan paving blok dan air bersih juga tak luput dari sorotan. Menurut warga, karena tidak cairnya anggaran PAUD, membuat pengurus belum menerima gaji selama lima bulan. Sementara untuk profil tank yang diadakan pemerintah desa tahun 2019, dari 10 profil yang berfungsi hanya enam.

Bendahara Desa Kolorai, Buang Moloku, saat dikonfirmasi menjelaskan, bantuan masjid Multakim Desa Kolorai sebesar 23 juta sudah dicairkan dan diserahkan ke Kepala Desa. Sementara untuk tahun 2020 sebesar 20 juta belum dicairkan dan masih ada di rekening Desa. Sedangkan gaji PAUD, sudah dibayarkan untuk bulan Januari, Februari dan Maret sebesar Rp.850.000 perbulan. Untuk bulan April, Mei dan Juni kata bendahara, akan ditranfer ke rekening masing-masing.

Hal yang juga dikatakan Kepala Desa Kolorai, Sarjan Ismail. Menurutnya, dana masjid tahun 2019 telah digunakan untuk pembuatan tempat air wudhu, sehingga dana masjid tahun 2019 masjid sebesar 20 juta, masuk dalam luncuran tahun 2020.

“Dananya hanya 20 juta saja. Itupun dana luncuran tahun 2020. Kami berencana akan menambah lagi saat perubahan nanti. Saat ini kami menunggu pembentukan panitia, kemudan panitia membuat RAB supaya dana akan dicairkan lewat rekening panitia. Mudah-mudahan minggu ini sudah dituntaskan,” jelasnya. (aty)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close