DARI DESA

Bantah Tuduhan Korupsi, Kades Lata-Lata: Saya Tunggu Mereka Pulang

TERNATE, Koridor Malut – Kades Lata Lata, Abdul Malik Gama, membantah tuduhan korupsi dana desa dari beberapa warga yang melaporkannya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, Jumat (03/07). Malah menurutnya, seluruh penggunaan dana desa dilakukan secara transparan, diketahui masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta sudah diperiksa inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kalau saya korupsi, korupsinya dimana? Seluruh masyarakat disini tidak ada yang bilang saya korupsi, hanya mereka bertiga itu. Datanya pun saya tidak tau mereka dapat dari mana lalu tiba-tiba menuduh saya korupsi,” kata Abdul Malik Gama, ketika dikonfirmasi via telepon.

Malik mengatakan, dirinya bersama masyarakat kaget ketika mengetahui ada pemberitaan terkait dirinya yang viral. Apalagi pemberitaan itu ditulis tanpa ada konfirmasi, dan ada beberapa media yang sudah konfirmasi tapi tidak memuat klarifikasinya. Untuk itu, kades meminta agar media-media juga harus menjaga etika jurnalistiknya dalam menulis hasil reportase.

“Yang saya tau, ada tiga orang yang datang ke Ternate melaporkan saya ke Kejati. Dari tiga orang itu, satu orang bukan warga Lata-Lata, tapi warga Ternate. Dan saya sudah berbicara dengan masyarakat saya dan kami menunggu mereka pulang,” tegasnya.

Kata kades, ketiga orang itu harus pulang dan mempertanggungjawabkan semua tuduhannya yang sudah mencederai nama baik desa ke masyarakat. Sebab seluruh warga meminta agar ketiganya membuat surat pernyataan untuk memulihkan nama baik kampung.

Sebelumnya, sejumlah warga melaporkan Kades Lata-Lata, Kecamatan Kasiruta Barat, Halmahera Selatan, Abdul Malik Gama, ke Kejati Malut, Jumat (03/07) pagi. Pengaduan dilakukan karena Kades Lata-Lata diduga telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa tahun 2016 hingga 2019, serta dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2020.

Menurut salah satu pelapor, Arnold Faiti, dugaan sementara dana yang dikorupsi mencapai Rp 3 miliar lebih, diantaranya tiga item di tahun 2016, tujuh item di tahun 2017, dan delapan item yang tidak dilaksanakan namun ada di laporan pertanggungjawaban tahun 2018. (ema)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close