OPINI

Opini: Internet Of Things (IOT), Antara Ada dan Tiada

Oleh: Irawati Sabban, M.Pd
Dosen FKIP UNIPAS Morotai
Mahasiswa Program Doktor UPI Bandung

MENGUTIP salah satu Filsuf Yunani Heraclitus bahwa “Satu-satunya hal yang konstan di dunia ini adalah perubahan”. Sebuah kata yang sangat mudah dipahami bagi siapa saja. Akan tetapi butuh proses yang amat ruwet dalam melakukan perubahan. Sebab tidak banyak yang siap untuk melakukan perubahan.

Di era ini berpas-pasan dengan dilandanya wabah virus covid 19 (penulis menyebutkannya dengan kata “coronces”), peranan Internet of Things (IoT) menjadi kebutuhan yang dapat dikatakan wajib dalam kehidupan. Apa yang terjadi? Saat ini ratusan situs web muncul di berbagai media sosial dengan beragam penawaran, iklan yang disajikan dengan keunikan sebagai ciri khas masing-masing produk yang ditawarkan kepada konsumen penikmat media sosial.

Web sedang berkembang untuk menyatukan orang, bisnis, mesin, dan logistik ke dalam internet of things (IoT). Biasanya masarakat mengenal website untuk kehidupan sehari-hari dengan site atau situs. IoT memimpin Revolusi Industri keempat atau dikenal juga sebagai Revolusi 4.0. IoT memiliki potensi untuk mengubah pemahaman kita tentang bagaimana segala sesuatu dapat terhubung, dan juga memberikan nilai yang sangat besar bagi dunia.

Setiap hari, miliaran orang berbagi apa saja secara online. hasilnya adalah data. Mengumpulkan segala data secara real time oleh perangkat dan sistem. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah bidang ilmu komputer yang menenkankan pada penciptaan mesin cerdas yang bekerja dan bereaksi seperti manusia.

Teknologi AI berkembang sangat pesat di era Revolusi Industri keempat. Bahkan yang terbaru saat ini d Jepang menggagas Society 5.0 sebagai solusi untuk mengatasi tantangan sosial sebagai penurunan populasi usia produktif dengan meningkatkan produktivitas dan menciptakan pasar baru. Sedikit ulasan society 5.0 merupakan interconecction antara jaringan fisik dengan jaringan siber menjadi satu kesatuan sistem yang memberi aliran informasi secara real-time (Iot-Big Data-AI-Robot).

Society 5.0 mengubah cara manusia hidup, bekerja, dan berkomunikasi. Society 5.0 juga membentuk ulang sistem pendidikan, pelayanan kesehatan, perdagangan, sistem pemerintahan serta setiap aspek kehidupan di Jepang. Inilah sedikit ulasan masayarakat 5.0 setelah dicermati Masyarkat 5.0 adalah masyarakat super pintar.

Kembali ke dalam internet of things (IoT), menurut penulis saat pandemi ini ketergantungan dalam berbagai day activity bergantung pada internet. Seperti gagasan dalam masyarakat 5.0 yang saat ini kebutuhan manusia dapat diakses melalui ponsel pintar, membeli kebutuhan makan, minum, pakaian, sampai pada bekerja dapat dilakukan secara daring (dalam jaringan) internet.

Ini adalah perubahan yang mau tidak mau harus dilakukan sebab saat ini kita di anjurkan untuk jaga jarak (physical distancing) dan tetap di rumah. Selain perubahan dalam pola tingkah laku kehidupan sehari-hari. Dampak yang paling dirasakan salah satunya adalah pendidikan. Pendidikan mendapat perhatian serius bagi pemerintah, masyarakat, dan para orang tua.

Mas mentri membuat kebijakan baru dalam penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi corona virus disease dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didi, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan msyarakat. Penyelenggaraan pendidikan berdasarkan zona-zona. Untuk daerah yang berada di zona kuning, orange, dan merah dilarang melakukan pembelajran tatap muka dan tetap melanjutkan belajar dari rumah. Sedangkan daerah yang berada di zona hijau tidak langsung melanjutkan belajar dari rumah secara penuh.

Akan tetapi, melalui proses, persetujuan atau izin dari pemda jika setuju maka proses selanjutnya adalah pemeriksaan menyeluruh di satuan pendidikan. Jika semua telah terpenuhi maka keptusan akan dikembalikan kepada orang tua. Jika para orang tua setuju maka pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan akan dimulai secara bertahap, akan tetapi jka orang tua tidak setuju maka belajar dari rumah akan tetap dilakukan secara penuh.

Lantas perubahan pendidikan seperti apa pada komponen metode belajar dari rumah? Dalam pembalajaran terdapat proses transformasi ilmu pengetahuan, agar pembelajaran optimal tercapai tujuan yang dirumuskan di awal pembelajaran maka dibutuhkan metode belajar yang sesuai. Pemilihan metode belajar sangat menentukan suksesnya proses pembelajaran.

Lalu bagaimana jika pembelajaran akan dilaksanakan secara daring? Apakah akan optimal? Beragam pertanyaan muncul apa dan bagaimana? Penulis berasumsi bahwa konsep Society 5.0 dalam ilustrasi yang telah disampaikan merupakan suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based).

Perubahan Pendidikan pada komponen metode harus merubah metode pembelajaran yang mengharuskan peserta didik berpikir analitis, kritis, dan kreatif. Cara berpikir ini disebut cara berpikir tingkat tinggi (HOTS: Higher Order Thinking Skills). Kemampuan HOTS dapat dilatih dalam proses pembelajaran di kelas. Yakni, dengan memberikan ruang kepada peserta didik untuk menemukan konsep pengetahuan berbasis aktivitas. Ini dapat mendorong peserta didik untuk membangun kreativitas dan berpikir kritis. Para guru boleh memilih aneka model pembelajaran, seperti discovery learning, project based learning, problem based learning, dan inquiry learning.

Lalu pertanyaannya, bagaimana membangun HOTS dengan pembelajaran yang dilakukan dari rumah?

Pembalajaran daring menggunakan leptop, komputer, maupun dari ponsel pintar bagi anak-anak kita adalah hal yang sangat baru, apalagi jika anak kita berada pada level PAUD dan Sekolah Dasar. Orang tua harus mampu berperan sebagai seorang guru, sehingga yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah memberikan banyak waktu untuk mengembangkan potensi dalam dirinya untuk menjadi guru kepada anak-anaknya. Sehingga para orang tua merupakan tongkat keberhasilan pendidikan selama masa pandemi ini.

Untuk itu komunikasi dari guru ke orang tua haruslah lebih dekat, para guru harus memberikan tutorial sebagai intruksi bagi orang tua di rumah melalui smart phone dengan menggunakan fitur-fitur vidio call. Bukan hal yang WOW saat ini para orang tua sudah banyak menggunakan smart phone sehingga komunikasi antara guru dan orang tua lebih ditingkatkan. Tentunya yang dibahas adalah target atau capaian pembelajaran yang harus dicapai oleh setiap anak.

Kemudian selain mengetahui target dan capaian, berikut adalah pendampingan selama pembelajaran daring dilakukan. Jika biasanya di Sekolah orang tua tidak mendampingi anak di kelas, pembelajaran dari rumah orang tua harus selalu mendapingi anaknya ketika kelas daring dibuka. Pendampingan merupakan salah satu fungsi kontrol bagi anak-anak. Dengan adanya komunikasi yang baik oleh orang tua dan guru yang terjadwal maka tujuan pembelajaran akan tercapai, dengan demikian pelayanan pendidikan selama masa pandemi ini juga tidak mengurangi kualitas pembelajaran seperti keadaan normal.

Lalu pertanyaan lagi, bagaimana solusi belajar dari rumah bagi daerah-daerah yang tidak terakses jaringan internet?

Solusi yang ditawarkan penulis antara lain :1) guru dapat membuat instrumen pembelajaran yang telah di printkan menjadi lembaran-lembaran berisi materi dan tanya jawab. 2) target capaian dibuat misalkan instrumen pembelajaran satu minggu untuk 1 Kompetensi Inti. 3) menjemput bola, guru dapat melakukan evaluasi tiap minggu (fleksibel) dengan waktu dapat ditentukan bersama oleh guru dan para orang tua, maupun dengan siswanya bila memungkinkan.

Bila tidak memungkinkan untuk tatap muka maka dapat dilakukan dengan tanya jawab tertulis by orderan. Namun yang terpenting adalah komunikasi guru dan orang tua selama dalam masa pandemi ini. Akhir tulisan ini, penulis ingin menyampaikan bahwa jangan menjadi seorang yang pesimis, pendidikan kita harus mampu menjadi media menyiapkan sumber daya manusia yang unggul walaupun dalam keterbatasan, terampil dan terus berusaha sesuai konsep society 5.0 yang melayani kebutuhan manusia dalam menggunakan ilmu pengetahuan yang berbasis modern.

Perubahan dalam pendidikan yang saat ini telah menghadirkan solusi dengan pendekatan teknologi telah merubah gaya belajar. Tanpa disadari bahwa kita semua telah menguatkan Literasi Digital. Semua orang harus mampu meningkatkan pemahaman dalam mengekpresikan diri di bidang literasi media. Salam Literasi Digital. (***)

Show More

Deteksi News

DETEKSI NEWS - Menggelorakan Optimisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close