Metro — Kegiatan penanaman pohon di SMA Negeri 6 metro yang dilaksanakan bersama Kepala Sekolah, guru, dan seluruh warga sekolah menjadi momen penuh makna dan menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus komitmen menciptakan sekolah yang hijau, yang bertujuan memberikan edukasi agrikultur, penguatan karakter, optimalisasi lahan dan menumbuhkan kesadaran ekologis di setiap siswa.
Kepala sekolah SMA N 6 Metro Sunarti, M.Pd, dalam kesempatannya menyampaikan salah satu program yang dapat menjadi sorotan dalam asistensi mengajar adalah menanam buah dan sayur di lingkungan sekolah. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang pentingnya bercocok tanam, tetapi juga menjadi sarana untuk mendukung pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.
“Program ini dirancang bukan sekadar untuk bercocok tanam, melainkan memiliki tujuan pendidikan yang mendalam seperti Edukasi Agrikultur: Memperkenalkan teknik pertanian kepada warga sekolah, khususnya murid, di tengah makin berkurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Penguatan Karakter: Implementasi Kegiatan Ko kurikuler, khususnya dimensi Gotong Royong, Mandiri, dan Kreatif.
Optimalisasi Lahan Sekolah: Memanfaatkan sudut-sudut lahan kosong di SMA 6 Metro agar menjadi produktif dan bernilai estetika. Serta menumbuhkan kesadaran Ekologis: Menumbuhkan rasa tanggung jawab warga sekolah terhadap pelestarian lingkungan dan ekosistem lokal,” paparnya .
Ia melanjutkan program menanam buah dan sayur di sekolah adalah langkah konkret dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang tinggi.

“Dengan dukungan penuh dari semua pihak, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua, program ini dapat menjadi katalisator untuk membangun karakter siswa yang unggul secara menyeluruh. Melalui kegiatan sederhana maka bentuk Konkret dari Kegiatan ini seperti Apotek Hidup: Pembuatan taman sekolah yang berisi tanaman obat keluarga (TOGA) dan sayuran organik (seperti cabai, terong, sawi, tomat dll.)
– Budidaya Ikan dalam kolam terpal: Solusi ketahanan pangan hewani di lahan sempit dengan memelihara ikan lele atau nila yang diintegrasikan dengan tanaman kangkung dll.
Pengolahan Pupuk Organik: Murid diajarkan mengolah sampah organik menjadi kompos yang digunakan kembali untuk tanaman di sekolah. Serta Market Day Hasil Kebun: Mengadakan bazar internal, murid menjual hasil panen mereka kepada warga sekolah atau orang tua, sebagai bentuk pembelajaran kewirausahaan (entrepreneurship),”lanjut Sunarti.
Untuk itu kepala Sekolah SMA 6 Metro dengan berbagai manfaat dapat dirasakan dalam program ia berharap dapat melahirkan kemandirian sekolah dan perubahan pola pikir.
“Harapan nya ajan timbul kemandirian Pangan Warga Sekolah: Murid diharapkan mampu mempraktikkan ilmu yang didapat di rumah masing-masing, sehingga tercipta ketahanan pangan dari unit terkecil (keluarga). Perubahan Pola Pikir: Menghilangkan stigma bahwa bertani itu kotor atau tertinggal, dan menggantinya dengan pemahaman bahwa ketahanan pangan adalah isu krusial masa depan.
Serta Kesejahteraan Warga Sekolah: Hasil panen yang ada dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kantin sekolah yang lebih sehat atau dibagikan kepada murid yang membutuhkan,” tandasnya.
SMA 6 Metro diharapkan dapat menjadi sekolah percontohan (pilot project) bagi sekolah lain di Kota Metro dalam hal kemandirian pangan berbasis sekolah.(**)
